ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Blue Economy Demi Keberlangsungan Ekosistem Kelautan

Minggu, 15 Mei 2022 | 07:05 WIB
RS
B
Penulis: Rully Satriadi | Editor: B1
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Chief Executive Officer (CEO) Aruna Farid Naufal Aslam.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Chief Executive Officer (CEO) Aruna Farid Naufal Aslam. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Blue Economy (ekonnomi biru) saat ini tengah menjadi fokus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menekankan pada keseimbangan dua aspek ekosistem kelautan yaitu ekologi dan ekonomi.

Di mana, keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan Indonesia tidak hanya dilihat dari potensi kelautan sebagai sumber komoditas ekonomi saja, namun juga menekankan pada menjaga kelestarian lingkungan hidup di ekosistem bahari.

Demikian ditegaskan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat dialog dengan Co-Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Aruna Farid Naufal Aslam, di Jakarta, Jumat (13/5/2022).

Kegiatan dialog ini merupakan rangkaian acara Jabar Harmoni Podcast episode ke-2 yang diselenggarakan  Ikatan Alumni ITB Jawa Barat dengan mengusung tema "Mas Treng, Jalesveva Jayamahe?"

ADVERTISEMENT

Sakti Wahyu Trenggono mengatakan blue economy mampu membuka peluang investasi dan lapangan kerja serta mendongkrak perekonomian nasional. " "Maka dari itu KKP memiliki tiga tiga fokus program 2021-2024 yakni penangkapan terukur, budidaya yang berorientasi ekspor, dan kampung bahari yang berbasis kearifan lokal," ujar Sakti Wahyu Trenggono.

Farid Naufal melihat potensi maritim Indonesia sangat besar. Indonesia sebagai negara terbesar kedua sebagai penghasil ikan di dunia, potensi seperti ini tentunya harus dipertahankan.

Aruna hadir dan berkomitmen untuk membantu para nelayan serta masyarakat pesisir untuk hidup lebih sejahtera. Aruna juga memiliki harapan 5 hingga 10 tahun ke depan menjadi perusahaan yang berfokus pada keberlanjutan serta dapat mengejar pertumbuhan lebih dari lima kali dengan hanya memenuhi pesanan dari pelanggan yang ada.

Baca Juga: Di Usia Ke-6, Aruna Konsisten Bina dan Sejahterakan Nelayan

Selain itu, Aruna sependapat dengan KKP bahwa Indonesia kaya akan sumber daya hasil lautnya di mana dua pertiga dari wilayah Indonesia adalah laut, sehingga Aruna melihat banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat pesisir khususnya nelayan Indonesia.

Aruna juga sangat mengedepankan proses bisnis yang berkelanjutan dengan terus mengedukasi nelayan untuk melindungi ekosistem pesisir berupa penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan serta mencegah penangkapan ikan yang berlebihan.

Aruna juga menyampaikan komitmennya untuk menjadikan laut sebagai mata pencaharian yang lebih baik bagi semua orang khususnya nelayan dan masyarakat pesisir.

Disebutkan, dengan teknologi yang Aruna kembangkan, dia yakin dengan adanya teknologi dapat membantu proses bisnis menjadi lebih efisien dan meringkas mata rantai proses rantai pasokan sambil mencatat transaksi harian dalam hal pengoptimalan data serta implementasi AI di masa depan untuk penangkapan ikan berkelanjutan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon