ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pakar Prediksi Perang Gandum Global Akan Segera Terjadi

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:36 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Para pedagang tampak menunggu pembeli di toko gandum Kabul, Afghanistan pada Sabtu 21 Mei 2022. Pemerintah sementara Afghanistan telah melarang ekspor gandum dengan segera sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhan lokal.
Para pedagang tampak menunggu pembeli di toko gandum Kabul, Afghanistan pada Sabtu 21 Mei 2022. Pemerintah sementara Afghanistan telah melarang ekspor gandum dengan segera sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhan lokal. (Xinhua/Saifurahman Safi)

Moskwa, Beritasatu.com- Sejumlah pakar memprediksi perang gandum global akan terjadi. Seperti dilaporkan RT, Sabtu (21/5/2022), Barat dapat dipaksa untuk meminta gandum dari Rusia dengan imbalan pencabutan sanksi.

Harga gandum telah melonjak ke rekor tertinggi selama dua bulan terakhir karena produsen utama seperti Rusia, Kazakhstan, dan India membatalkan ekspor untuk melindungi pasar domestik. Hal ini telah memicu ketakutan akan kerawanan pangan dan kelaparan di seluruh dunia.

Menurut para ahli yang berbicara kepada surat kabar Izvestia Rusia, sejak awal tahun harga gandum telah meningkat lebih dari 60%. Mereka mengatakan lonjakan itu disebabkan oleh konflik antara Rusia dan Ukraina, yang menyediakan hampir sepertiga dari ekspor gandum dunia.

Pada musim 2021-2022 yang dimulai pada Juli tahun lalu, pemasok Rusia menyumbang 16% dari ekspor gandum global, sedangkan produsen Ukraina menyumbang 10%. Tetapi karena konflik, kedua negara melarang ekspor gandum. Pada Februari, Rusia membatasi ekspor semua biji-bijian (gandum, gandum hitam, barley dan jagung) di luar Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) hingga 30 Juni. Sementara itu, Ukraina telah menutup satu-satunya pelabuhan yang tersisa di Odessa.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Afghanistan Larang Ekspor Gandum Demi Kebutuhan Lokal

Sanksi anti-Rusia memaksa perusahaan internasional untuk memutuskan hubungan bisnis lama dan meninggalkan Rusia, yang menyebabkan gangguan pasokan. Dalam satu contoh, UE baru-baru ini melarang kerja sama dengan Pelabuhan Laut Komersial Novorossiysk Laut Hitam, yang menjadi perlintasan lebih dari setengah biji-bijian yang diekspor.

Selain itu, menyusul keputusan Moskwa untuk melarang ekspor, Kazakhstan mengikuti dengan pembatasannya sendiri. Sementara, awal bulan ini, India juga membatalkan ekspor gandum. India menyatakan bahwa "keamanan pangan India, negara tetangga dan negara-negara rentan lainnya berisiko."

Mengikuti berita dari New Delhi, gandum berjangka di Chicago melonjak 6% menjadi US$ 12,47 (Rp 182.97) per gantang, nilai tertinggi dalam dua bulan. Dan harga gandum di Eropa mencapai rekor tertinggi sekitar US$ 461 (Rp 6,76 juta) per ton.

Baca Juga: Ukraina Larang Ekspor Gandum, Oat, Makanan Pokok

Krisis biji-bijian sedang dirasakan di seluruh dunia, tetapi paling akut di Afrika, yang bergantung pada ekspor dari wilayah Laut Hitam untuk 90% dari kebutuhannya. Bulan lalu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan bahwa seperlima umat manusia berada dalam risiko kemiskinan dan kelaparan karena situasi pasar gandum saat ini.

Negara-negara Barat menuduh Rusia melancarkan "perang gandum," menyalahkan Moskwa atas krisis saat ini, tetapi para ahli menyatakan bahwa Rusia bukan satu-satunya yang bertanggung jawab atas memburuknya krisis, atau jika memang demikian, itu tidak sukarela. Rusia tidak melarang ekspor tetapi memperkenalkan bea dan kuota sementara untuk melindungi pasar domestik.

Adapun Ukraina, biji-bijiannya secara aktif dikeluarkan dari penyimpanan di bawah perlindungan bantuan UE. Diplomat top blok itu Josep Borrell baru-baru ini menyatakan bahwa "Ukraina harus dibantu untuk terus memproduksi dan mengekspor biji-bijian dan gandum," dan karena fasilitas penyimpanan Ukraina sekarang penuh, mereka "perlu dikosongkan untuk memberi ruang bagi tanaman baru."



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon