ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bos Perusahaan Global Pesimistis Ekonomi Dunia Pulih di 2013

Rabu, 23 Januari 2013 | 11:21 WIB
MM
B
Penulis: Moh. Said Mashur | Editor: B1
Pertumbuhan ekonomi. FOTO: EPA
Pertumbuhan ekonomi. FOTO: EPA
Kekhawatiran para CEO perusahaan-perusahaan dunia tersebut mayoritas terkait kebijakan fiskal, regulasi investasi dan kekuatan pasar modal.

Selandia Baru
- Para pemimpin perusahaan di dunia menyatakan, perekonomian global masih tetap "loyo" di tahun 2013.

Hanya 36 persen Chief Executive Officer (CEO) di dunia yang optimis perusahaan mereka akan mengalami pertumbuhan. Angka ini turun dari tahun 2012 yang mencapai 40 persen, dan 48 persen di tahun 2011.

Hal itu merupakan hasil penelitian PwC's 16th Annual Global CEO Survey, yang dirilis, Rabu (23/1).

Secara umum, 28 persen bos perusahaan di dunia menyatakan, ekonomi global akan melemah pada 2013. Hanya 13 persen CEO yang memperkirakan ekonomi dunia mengalami improvisasi dan 52 persen CEO mengatakan kondisinya sama dengan tahun lalu.

Jika dirinci per wilayah, sebanyak 22 persen CEO di Eropa optimis perusahaan yang dipimpinnya mampu mencetak pertumbuhan. "Angka ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu sebesar 27 persen dan 39 persen di 2011," tulis hasil survei tersebut, Rabu (23/1).

Sementara di Amerika Utara hanya 33 persen CEO yang menyatakan perekonomian akan tumbuh, atau turun dari tahun 2012 sebesar 42 persen, sementara di Asia Pasifik juga serupa turun menjadi 36 persen dari 42 persen di tahun lalu.

Mengacu negaranya, para bos perusahaan Rusia merupakan yang terbesar terkait optimisme pertumbuhan perusahaanya di 2013. Berdasarkan survei, sebanyak 66 persen CEO Rusia optimis, disusul India 63 persen, dan Meksiko 62 persen.

Berikutnya adalah Brazil 44 persen, China 40 persen, jerman 31 persen dan Amerika Serikat 30 persen. Adapun CEO di Inggris hanya 22 persen, Jepang 18 persen, Perancis 13 persen dan Korea Selatan hanya 16 persen.   

Kekhawatiran para CEO perusahaan-perusahaan dunia tersebut mayoritas terkait kebijakan fiskal, regulasi investasi dan kekuatan pasar modal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon