ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemkominfo Pertajam Narasi Komunikasi Publik Daerah

Kamis, 9 Juni 2022 | 20:08 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Beberapa narasumber dalam bimbingan teknis jurnalistik “Jadi Pintar Bareng Kominfo Newsroom (Jarkom): Edisi Media Center Daerah, Teknik Menulis Berita Online Efektif”, yang digelar Kemkominfo, di Bali, Rabu, 8 Juni 2022.
Beberapa narasumber dalam bimbingan teknis jurnalistik “Jadi Pintar Bareng Kominfo Newsroom (Jarkom): Edisi Media Center Daerah, Teknik Menulis Berita Online Efektif”, yang digelar Kemkominfo, di Bali, Rabu, 8 Juni 2022. (Kemkominfo)

Badung, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tidak bisa berjalan sendiri untuk melakukan komunikasi publik kebijakan pemerintah, oleh karena itu Kominfo bersinergi dengan kementerian/lembaga/daerah.

"Ada sebanyak 728 kanal komunikasi publik milik instansi pemerintah pusat dan daerah yang bisa mengusung narasi yang sama," ujar Direktur Pengelolaan Media, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Nursodik Gunarjo saat membuka bimbingan teknis jurnalistik bertajuk "Jadi Pintar Bareng Kominfo Newsroom (Jarkom): Edisi Media Center Daerah, Teknik Menulis Berita Online Efektif", di Bali, Rabu (8/6/2022).

Harapannya adalah bagaimana jaringan-jaringan yang dibentuk antara pusat dan daerah bisa mempercepat komunikasi publik sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden No 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik.

Dikatakan Nursodik, untuk itu pentingnya narasi tunggal, agar pemerintah pusat dan daerah mengusung narasi yang sama. "Bagaimana kawan-kawan di pusat dan daerah bersama-sama mengusung satu narasi tentang satu tema dengan cara dan hasil yang sama," kata Nursodik yang merupakan doktor bidang komunikasi itu.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: SDM Digital, Kemkominfo Sediakan Pelatihan dan Beasiswa

Salah satu bentuk narasi adalah konten berita teks. Kanal komunikasi publik pemerintah perlu pemahaman yang sama untuk membuat konten berita teks yang sesuai standar jurnalistik.

"Yang pertama tentu saja tentang substansi bagaimana format menulis berita yang baik. Yang kedua bagaimana kita membutuhkan substansi, dalam arti bagaimana kita menuangkan ini dalam bentuk format jurnalistik yang baik, tidak hanya sekadar membuat tetapi tajam," jelasnya.

Dikatakan Nursodik, berita online lebih sekilas atau singkat, tetapi tidak mengurangi arti atau makna dari apa yang ditulis, dan tidak mengurangi mutu dari sisi kualitasnya.

Baca Juga: Menteri Johnny: Kemkominfo Bakal Jadikan IKN New Smart City

Nursodik berharap dengan pembekalan ini dapat menghasilkan tulisan yang tidak hanya memenuhi kaidah kuantitas tetapi juga memenuhi kualitas penulisan jurnalistik.

"Para peserta yang ada di media center dinas kominfo daerah memiliki akses langsung kepada para pimpinan. Karenanya, kedekatan ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan kutipan-kutipan yang menarik dan kuat sehingga dapat diwujudkan dalam bentuk tulisan dan berita yang dihasilkan, khususnya berita online," tambahnya.

Baca Juga: Kemkominfo Dorong Kaum Muda Ambil Bagian dalam Digitalisasi

Bimtek Jarkom Edisi Media Center Daerah diselenggarakan secara hybrid di kanal YouTube Ditjen IKP Kominfo dan Zoom. Sekitar 300 peserta dari Dinas Kominfo daerah mengikuti bimtek yang menghadirkan narasumber Redaktur Portal InfoPublik Eka Yonavilbia dan Konsultan Konten Fransisca Ria Susanti.

Selain diberi materi tentang teknik penulisan berita, peserta juga diminta untuk praktik penulisan berita dari isu yang ditentukan. Hasil praktik kemudian di-review oleh narasumber.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon