ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Marak PHK di Startup, Grant Thornton Ingatkan Pentingnya Manajemen Keuangan

Senin, 20 Juni 2022 | 18:11 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Ilustrasi PHK.
Ilustrasi PHK. (Beritasatu.com/Muhammad Reza)

Apa yang terjadi di sejumlah perusahaan teknologi rintisan (startup) Indonesia ini dikenal sebagai fenomena "bubble burst". Mengutip laman Investopedia, fenomena ini merupakan kondisi bisnis yang cepat mengalami kenaikan namun cepat juga mengalami penurunan.

Adanya fenomena pecahnya gelembung tersebut dikarenakan saat ini perusahaan startup sulit untuk mendapatkan pendanaan serta tidak mempunyai aset. Padahal, untuk meraih pengguna kebanyakan dari startup harus melakukan strategi bakar uang seperti promosi melalui televisi, baliho, digital, program cashback, hingga diskon besar-besaran.

Baca Juga: Kemkominfo Ajak Perusahaan Rintisan Bergabung di Startup Studio Indonesia

Ditambah lagi dengan The Fed yang juga melakukan kebijakan menaikkan suku bunga sehingga investor- investor luar negeri cenderung menarik dana mereka dan memilih untuk menyimpan uang mereka daripada berinvestasi ke industri teknologi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Hal ini berimbas pada semakin selektifnya investor dalam memberikan pendanaan kepada perusahaan rintisan (startup). Menurut Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Fintech Indonesia (AFTEC) Rudiantara saat ini banyak modal ventura yang mulai beralih fokus di mana mulai melihat kinerja keuangan perusahaan dibanding melihat traction dari para startup ini.

Traction ialah melihat seperti jumlah pengguna atau pengunduh dan loyalitas pengguna terhadap jasa atau produk startup tersebut. Dimana, terkadang untuk mencapai traction yang bagus, para startup ini melakukan berbagai cara salah satu nya adalah dengan melakukan strategi bakar uang.

Baca Juga: Wahai Pendiri Startup, Ini 4 Cara Capai Product-Market Fit

Dana yang disuntik besar bahkan hingga triliunan rupiah, namun hasilnya nihil, venture capital (VC) pun enggan menyuntikkan dananya lagi. Alhasil, tsunami besar pemutusan hubungan kerja (PHK) di startup pun mulai menghantui.

"Gaya bisnis startup yang mengedepankan pertumbuhan dengan arus kas dan/atau profit negatif tidak akan bisa bertahan. Pada akhirnya, bisnis yang sehat harus punya arus kas dan profit yang positif," tutup Johanna.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hadirkan Explorise Pulse 2025, MDI Ventures Perkuat Kolaborasi Startup–BUMN untuk Pertumbuhan Ekonomi Digital

Hadirkan Explorise Pulse 2025, MDI Ventures Perkuat Kolaborasi Startup–BUMN untuk Pertumbuhan Ekonomi Digital

EKONOMI
Deretan Aturan yang Dinilai Menghambat Perkembangan Ekonomi Digital

Deretan Aturan yang Dinilai Menghambat Perkembangan Ekonomi Digital

NASIONAL
Dahulu Terkenal! 10 Perusahaan Startup Ini Kini Tutup dan Gulung Tikar

Dahulu Terkenal! 10 Perusahaan Startup Ini Kini Tutup dan Gulung Tikar

EKONOMI
Pertamina Buka Peluang Mahasiswa Ikuti Program Bisnis di Luar Negeri Lewat Pertamuda Seed & Scale 2025

Pertamina Buka Peluang Mahasiswa Ikuti Program Bisnis di Luar Negeri Lewat Pertamuda Seed & Scale 2025

EKONOMI
Aplikasi Asal Indonesia Masuk 10 Startup AI Terbaik Dunia

Aplikasi Asal Indonesia Masuk 10 Startup AI Terbaik Dunia

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon