Anak Usaha Garuda Dipercaya jadi Pusat Perawatan Produk Aerospace AS
Rabu, 30 Januari 2013 | 15:37 WIB
Pengembangan kapabilitas GMF dalam perawatan kabin dan interior pesawat sebagai bentuk dukungan terhadap program Quantum Leap Garuda.
Tangerang– GMF AeroAsia mendapat kepercayaan dari BE Aerospace, produsen utama produk-produk interior dan kabin pesawat asal Amerika Serikat (AS), untuk menjadi Approved Service Center produk-produk B/E Aerospace.
Penunjukkan anak usaha Garuda Indonesia ini sebagai Approved Service Center merupakan bagian dari kerjasama antara GMF AeroAsia dan B/E Aerospace.
Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan oleh Direktur Utama GMF AeroAsia Richard Budihadianto dan Robert Khoury selaku Corporate Director B/E Aerospace.
“Kerjasama ini untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas GMF AeroAsia dalam perawatan kabin dan interior serta manufacturing seat, galley, dan cabin interior pesawat,” kata Richard Budihadianto di Tangerang, Rabu (30/1).
Menurut dia, pengembangan kapabilitas dan kapasitas GMF dalam perawatan kabin dan interior pesawat sebagai bentuk dukungan terhadap program Quantum Leap Garuda Indonesia sekaligus mendukung Garuda Indonesia meraih Skytrack bintang lima.
Salah satu persyaratan Skytrack bintang lima adalah mencakup aspek penampilan kabin, kebersihan, dan fungsionalitas fitur-fitur di dalam kabin pesawat. “Selama ini produk-produk B/E Aerospace seperti seat, galley dan komponen sudah terpasang di armada Garuda Indonesia,” katanya.
Melalui kerjasama ini, GMF AeroAsia akan mengerjakan perawatan dan perbaikan berbagai jenis seat pesawat buatan B/E Aerospace untuk pengembangan cabin line maintenance. Selain itu, GMF juga melaksanakan perbaikan (repair) produk-produk B/E Aerospace dengan status sebagai Approved Service Center (ASC). “Pengembangan repair juga termasuk pengembangan rapair untuk galley insert dan cabin part,” katanya.
Untuk mendukung peran GMF sebagai ASC, B/E Aerospace juga akan memberikan dukungan suku cadang melalui Integrated Materials Management (IMM).
Richard mengatakan kerjasama ini akan terus berkembang karena B/E Aerospace siap memberikan dukungan berupa manufacturing cabin part untuk produknya. Dengan dukungan ini, seat-seat untuk pesawat komersial buatan B/E Aerospace dapat diproduksi di Indonesia. “Karena itu, kita juga melakukan pemasaran bersama produk-produk B/E Aerospace untuk pasar domestik dan regional,” katanya.
Menurut Richard, dengan menjadi Approved Service Center untuk produk-produk B/E Aerospace, GMF AeroAsia telah memasuki industri manufaktur kabin pesawat sehingga peluang mengembangkan bisnis perusahaan semakin besar.
“GMF AeroAsia juga dinyatakan lulus dan memenuhi syarat dalam audit B/E Aerospace yang dilaksanakan pada tahun 2012 yang lalu,” katanya.
Selain menguntungkan GMF AeroAsia, kerja sama ini juga menguntungkan B/E Aerospace dalam memasarkan produk-produk interior dan kabin pesawat, baik di pasar domestik maupun regional. Apalagi permintaan terhadap produk kabin dan interior pesawat yang berkualitas makin meningkat dan telah menjadi kebutuhan banyak maskapai belakangan ini.
Seiring dengan makin berkembangnya industri penerbangan, kebutuhan customer tidak hanya pada aspek keselamatan tapi telah meningkat ke aspek kenyamanan. Salah satu pendukung aspek kenyamanan ini adalah penampilan kabin dan interior pesawat yang menarik serta fungsionalitas fitur yang maksimal.
Penampilan kabin, kebersihan dan fungsionalitas fitur-fitur dalam kabin pesawat telah menjadi satu tolok ukur tersendiri untuk menilai suatu airlines. Skytrack, lembaga independen pembuat peringkat penerbangan pesawat komersial yang berbasis di London, membuat peringkat setiap airlines berdasarkan aspek-aspek ini.
Peringkat atau bintang yang diterbitkan Skytrack menjadi rujukan bagi industri penerbangan global untuk melihat kualitas layanan, penampilan kabin dan interior serta fungsionalitas fitur di dalam pesawat. “Karena itu, kebutuhan terhadap penampilan kabin dan interior pesawat semakin meningkat,” kata Richard Budihadianto.
Tangerang– GMF AeroAsia mendapat kepercayaan dari BE Aerospace, produsen utama produk-produk interior dan kabin pesawat asal Amerika Serikat (AS), untuk menjadi Approved Service Center produk-produk B/E Aerospace.
Penunjukkan anak usaha Garuda Indonesia ini sebagai Approved Service Center merupakan bagian dari kerjasama antara GMF AeroAsia dan B/E Aerospace.
Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan oleh Direktur Utama GMF AeroAsia Richard Budihadianto dan Robert Khoury selaku Corporate Director B/E Aerospace.
“Kerjasama ini untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas GMF AeroAsia dalam perawatan kabin dan interior serta manufacturing seat, galley, dan cabin interior pesawat,” kata Richard Budihadianto di Tangerang, Rabu (30/1).
Menurut dia, pengembangan kapabilitas dan kapasitas GMF dalam perawatan kabin dan interior pesawat sebagai bentuk dukungan terhadap program Quantum Leap Garuda Indonesia sekaligus mendukung Garuda Indonesia meraih Skytrack bintang lima.
Salah satu persyaratan Skytrack bintang lima adalah mencakup aspek penampilan kabin, kebersihan, dan fungsionalitas fitur-fitur di dalam kabin pesawat. “Selama ini produk-produk B/E Aerospace seperti seat, galley dan komponen sudah terpasang di armada Garuda Indonesia,” katanya.
Melalui kerjasama ini, GMF AeroAsia akan mengerjakan perawatan dan perbaikan berbagai jenis seat pesawat buatan B/E Aerospace untuk pengembangan cabin line maintenance. Selain itu, GMF juga melaksanakan perbaikan (repair) produk-produk B/E Aerospace dengan status sebagai Approved Service Center (ASC). “Pengembangan repair juga termasuk pengembangan rapair untuk galley insert dan cabin part,” katanya.
Untuk mendukung peran GMF sebagai ASC, B/E Aerospace juga akan memberikan dukungan suku cadang melalui Integrated Materials Management (IMM).
Richard mengatakan kerjasama ini akan terus berkembang karena B/E Aerospace siap memberikan dukungan berupa manufacturing cabin part untuk produknya. Dengan dukungan ini, seat-seat untuk pesawat komersial buatan B/E Aerospace dapat diproduksi di Indonesia. “Karena itu, kita juga melakukan pemasaran bersama produk-produk B/E Aerospace untuk pasar domestik dan regional,” katanya.
Menurut Richard, dengan menjadi Approved Service Center untuk produk-produk B/E Aerospace, GMF AeroAsia telah memasuki industri manufaktur kabin pesawat sehingga peluang mengembangkan bisnis perusahaan semakin besar.
“GMF AeroAsia juga dinyatakan lulus dan memenuhi syarat dalam audit B/E Aerospace yang dilaksanakan pada tahun 2012 yang lalu,” katanya.
Selain menguntungkan GMF AeroAsia, kerja sama ini juga menguntungkan B/E Aerospace dalam memasarkan produk-produk interior dan kabin pesawat, baik di pasar domestik maupun regional. Apalagi permintaan terhadap produk kabin dan interior pesawat yang berkualitas makin meningkat dan telah menjadi kebutuhan banyak maskapai belakangan ini.
Seiring dengan makin berkembangnya industri penerbangan, kebutuhan customer tidak hanya pada aspek keselamatan tapi telah meningkat ke aspek kenyamanan. Salah satu pendukung aspek kenyamanan ini adalah penampilan kabin dan interior pesawat yang menarik serta fungsionalitas fitur yang maksimal.
Penampilan kabin, kebersihan dan fungsionalitas fitur-fitur dalam kabin pesawat telah menjadi satu tolok ukur tersendiri untuk menilai suatu airlines. Skytrack, lembaga independen pembuat peringkat penerbangan pesawat komersial yang berbasis di London, membuat peringkat setiap airlines berdasarkan aspek-aspek ini.
Peringkat atau bintang yang diterbitkan Skytrack menjadi rujukan bagi industri penerbangan global untuk melihat kualitas layanan, penampilan kabin dan interior serta fungsionalitas fitur di dalam pesawat. “Karena itu, kebutuhan terhadap penampilan kabin dan interior pesawat semakin meningkat,” kata Richard Budihadianto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




