Logo BeritaSatu

Injury Time, Peserta PPS Diyakini Meningkat Signifikan

Kamis, 30 Juni 2022 | 14:31 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI), Prianto Budi Saptono memperkirakan wajib pajak (WP) yang akan memanfaatkan program pengungkapan sukarela (PPS) atau Tax Amnesty jilid II hari ini sekaligus batas akhir, akan meningkat signifikan. Keyakinan ini dilatarbelakangi masih banyaknya wajib pajak orang pribadi yang mengungkapkan keinginannya untuk mengikuti PPS dengan skema II.

"Saya yakin peserta PPS akan meningkat (hari ini) karena orang Indonesia terbiasa dengan injury time, hari ini akan ada kenaikan signifikan," ucapnya kepada Investor Daily, Kamis (30/6).

Advertisement

Dengan tingginya minat wajib pajak mengikuti PPS, ia memproyeksi pemerintah akan meraup PPh Final mendekati Rp 100 triliun. Alhasil kinerja program PPS yang dilaksanakan selama 6 bulan cukup berhasil diminati wajib pajak. Bahkan berdasarkan informasi dari internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), saat ini banyak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang sudah mencapai target penerimaan PPS.

Lebih lanjut terkait perlukah pemerintah memperpanjang waktu PPS, Prianto tegas mengatakan tidak akan ada perpanjangan karena pemerintah telah memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk memanfaatkan PPS selama 6 bulan untuk melaporkan kewajiban perpajakannya yang belum dipenuhi secara sukarela.

"Jika dilihat dari UU HPP (Harmonisasi Peraturan Perpajakan), tidak akan ada perpanjangan PPS. Perpanjangan dapat dilakukan dengan perppu yang mengamendemen UU HPP, khususnya terkait pasal-pasal mengenai PPS. Namun pemerintah tidak akan mengeluarkan perppu tersebut," tegasnya.

Adapun berdasarkan data DJP, peserta program pengungkapan sukarela hingga Kamis, (30/6/2022) pukul 08.00 WIB telah mencapai 212.240 wajib pajak atau naik 16,77% dari posisi hari sebelumnya yang mencapai 181.755 wajib pajak dengan surat keterangan mencapai 264.242.

Kemudian nilai harta bersih yang berhasil diungkapkan mencapai Rp 532,43 triliun dengan jumlah pajak penghasilan (PPh) yang berhasil diraup pemerintah mencapai Rp 54,23 triliun. Secara terinci, harta yang sudah dideklarasikan dalam negeri dan direpatriasikan mencapai Rp 458,11 triliun dan deklarasi luar negeri Rp 54,06 triliun.Kemudian jumlah harta yang akan diinvestasikan ke instrumen surat berharga negara (SBN) mencapai Rp 20,24 triliun.

Ditjen Pajak membuka perpanjangan layanan chat pada hari terakhir PPS hingga pukul 21.00 WIB. Dengan tujuan untuk membantu para WP yang hendak melaporkan hartanya di hari akhir PPS. "Untuk melayani kebutuhan informasi mengenai Program Pengungkapan Sukarela (PPS), layanan live chat pajak.go.id hadir hingga pukul 21.00 WIB pada 30 Juni 2022," tulis @kring_pajak melalui akun twitternya.

Sebagaimana diketahui, DJP tidak akan memberikan perpanjangan waktu pelaksanaan PPS. Sebab usai program berakhir, seluruh ketentuan untuk menindak WP yang tidak lapor harta termasuk sanksi 200% akan diberlakukan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BI Buka Layanan Penukaran Rupiah Baru untuk Warga Malang

Bank Indonesia Perwakilan Malang mulai membuka layanan penukaran uang kertas lama dengan uang kertas baru Tahun Emisi (TE) 2022.

EKONOMI | 20 Agustus 2022

Wall Street Terkoreksi dalam Seminggu, Nasdaq Minus 2,6%

Wall Street jatuh pada hari Jumat (19/8/2022) karena reli musim panas mulai tersendat dan kekhawatiran kenaikan suku bunga muncul kembali.

EKONOMI | 20 Agustus 2022

Badai Kripto Belum Berlalu, Bitcoin dan Ether Anjlok Lagi

Bitcoin jatuh ke bawah $22.000, level terendah dalam lebih dari tiga minggu, di tengah aksi jual crypto yang tiba-tiba.

EKONOMI | 20 Agustus 2022

IHSG Menguat 0,6% dalam Sepekan, tetapi Transaksi Menurun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 0,61% menjadi 7.172,434 dari 7.129,277 pada pekan sebelumnya.

EKONOMI | 20 Agustus 2022

Kendaraan Otonom Wujudkan Sistem Transportas Cerdas

Kendaraan tanpa awak atau kendaraan otonom merupakan moda transportasi masa depan yang akan menjadi bagian sistem transportasi cerdas.

EKONOMI | 20 Agustus 2022

Lintasarta Gelar Pelatihan Digital untuk 344 Pelajar di NTT

Lintasarta bersama Orbit Future Academy memberikan pelatihan digital untuk 344 pelajar dan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kupang, NTT.

EKONOMI | 19 Agustus 2022

BRI Komitmen Dukung Pemasaran Produk UMKM Unggulan

BRI Regional Office Jakarta 1 konsisten mengadakan acara Bazaar Klaster Mantriku untuk BRIlian Sahabat UMKM.

EKONOMI | 19 Agustus 2022

Anies Inisiasi Penyediaan Hunian Terjangkau di Kawasan TOD

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menginisiasi hadirnya hunian terjangkau dengan jenama Alaspadu di dalam kawasan TOD.

EKONOMI | 19 Agustus 2022

Sekjen Gerindra: Tidak Naiknya Harga BBM Jadi Harapan Rakyat

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani berharap pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

EKONOMI | 19 Agustus 2022

Ninja Xpress Komitmen Bantu Percepatan UMKM Go Digital

Ninja Xpress komitmen mendukung kolaborasi multi-stakeholder untuk mempercepat UMKM Go Digital pada acara peringatan Hari UMKM Nasional 2022.

EKONOMI | 19 Agustus 2022


TAG POPULER

# Rupiah


# Putri Candrawathi Tersangka


# Pembunuhan Brigadir J


# Jaringan Judi


# Polisi Tembak Polisi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Berikut 6 Polisi dan Perannya yang Diduga Halangi Penyidikan Kasus Tewasnya Brigadir J

Berikut 6 Polisi dan Perannya yang Diduga Halangi Penyidikan Kasus Tewasnya Brigadir J

NEWS | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings