ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Apindo Minta Kebijakan Cuti Lahir 6 Bulan Dipertimbangkan

Selasa, 5 Juli 2022 | 13:08 WIB
AK
WP
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: WBP
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani.
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani. (Beritasatu Bisnis/Arnoldus Kristianus)

Jakarta, Beritasatu.com- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah dan DPR mempertimbangkan wacana pemberian cuti melahirkan selama 6 bulan yang diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA). Kebijakan ini dinilai akan berdampak kontraproduktif bagi pekerja wanita.

"Kami sudah surati kepada pemerintah dan DPR minta dipertimbangkan dengan berbagai aspek. Tentunya dengan pendalaman yang lebih luas kita bisa mengambil keputusan yang terbaik," ucap Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani dalam konferensi pers secara hybrid di Kantor Apindo Jakarta pada Senin (4/7/2022).

Baca Juga: Hari Ini, RUU KIA Cuti Hamil Akan Disahkan Jadi Inisiatif DPR

Hariyadi mengungkapkan pihaknya sudah melakukan survei terbatas dan menerima beberapa masukan dari wanita di usia produktif. Hasil survei menunjukan bahwa periode cuti melahirkan 6 bulan terlalu lama. Perusahaan bisa menggantikan posisi wanita yang sedang cuti, sehingga timbul kekhawatiran bahwa mereka dapat kehilangan pekerjaan.

ADVERTISEMENT

"Kalau mereka itu meninggalkan pekerjaan terlalu lama, mereka bisa kehilangan posisi. Jadi nanti kalau masuk, sudah digantikan lagi dengan orang lain," ungkap Ketua Apindo.

Bila ada penambahan cuti melahirkan dari 3 bulan menjadi 6 bulan, akan mempengaruhi kebijakan perusahaan dari sisi perekrutan. Perusahaan akan memandang bahwa mempekerjakan wanita di usia produktif akan berdampak kurang baik bagi kinerja perusahaan.

"Karena cost kan yang menanggung perusahaan. Nah, ini membuat perusahaan berpikir 'wah jangan ambil yang itu (wanita usia produktif)," kata Ketua Apindo.

Kebijakan ini merupakan bagian dari Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA). Menurutnya dari draf RUU yang dia miliki, naskah akademik untuk sampling masih kurang sekali. Pasalnya riset baru dilakukan pada satu perusahaan. "Kita harus lihat lagi sehingga mendapatkan gambaran lebih luas," kata Hariyadi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Melihat Langkah Stabilitas Saat Rupiah Turun ke Rp 17.500 Per Dolar AS

Melihat Langkah Stabilitas Saat Rupiah Turun ke Rp 17.500 Per Dolar AS

EKONOMI
Apindo: Rupiah Melemah Jadi Rp 17.500, Beban Dunia Usaha Makin Berat

Apindo: Rupiah Melemah Jadi Rp 17.500, Beban Dunia Usaha Makin Berat

EKONOMI
Apindo Minta Kejelasan Skema Patungan Uang Saku Magang

Apindo Minta Kejelasan Skema Patungan Uang Saku Magang

EKONOMI
Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Faktor Pendorong Investasi

Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Faktor Pendorong Investasi

EKONOMI
Apindo Ungkap Penyebab Investasi Sulit Serap Tenaga Kerja

Apindo Ungkap Penyebab Investasi Sulit Serap Tenaga Kerja

EKONOMI
Apindo Wanti-wanti Kegiatan Produksi Terhenti Imbas Konflik Timteng

Apindo Wanti-wanti Kegiatan Produksi Terhenti Imbas Konflik Timteng

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon