ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wapres Minta Percepatan Pembangunan Ruas Tol

Selasa, 5 Februari 2013 | 18:31 WIB
EA
B
Penulis: Ezra Sihite/ AYI | Editor: B1
Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono (batik biru coklat) menghadiri pembukaan Ijtima Ulama komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia ke-IV di komplek pondok pesantren Cipasung, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (29/6)
Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono (batik biru coklat) menghadiri pembukaan Ijtima Ulama komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia ke-IV di komplek pondok pesantren Cipasung, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (29/6) (Antara)
Jalan tol menjadi hal krusial yang harus disiapkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi

Jakarta
- Wakil Presiden (wapres) Boediono meminta percepatan pembangunan sembilan ruas jalan tol TransJawa. Boediono meminta agar pembebasan lahan yang menjadi masalah utama segera diselesaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

"Adalah tugas kita untuk fokus pada sasaran ini (pembangunan jalan tol)," kata wapres saat rapat bersama sejumlah menteri di kantornya di kawasan Medan Merdeka, Selasa (5/2).

Jalan tol menjadi hal krusial yang harus disiapkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Keterbatasan infrastruktur khususnya transportasi selama ini menjadi kendala kegiatan ekonomi. Oleh karena itu pembangunan ruas tol ini menjadi salah satu prioritas pemerintah.

"Perlu ada inisiatif agar sasaran itu tercapai karena kita tahu memang sulit," lanjutnya.

Dalam rapat hari ini hadir antara lain Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Armida Alisyahbana, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Achmad Gani Gazali dan pejabat eselon satu sejumlah kementerian.

Pada kesempatan tersebut Menteri PU juga menyampaikan bahwa konstruksi ruas tol Cikampek-Cirebon sepanjang 116,7 kilometer sudah dimulai. Untuk ruas tol ini, pembebasan lahan tidak lagi menjadi masalah dan lahan sudah diratakan.

Usai rapat menteri tersebut mengatakan untuk masalah pembebasan lahan, wapres memang meminta mereka segera menyelesaikannya dan mengefektifkan kerja tim.

"Kami disuruh lakukan lobi-lobi lakukan hubungan kerjasama dengan instansi lain karena kalaul bebasin tanah tidak terlepas dari Pemda itu supaya kita lakukan kontak dengan mereka," kata Djoko.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon