Armida: Dorong Sektor Pengolahan Genjot Pertumbuhan
Rabu, 6 Februari 2013 | 12:30 WIB
Sektor ini juga banyak menyerap tenaga kerja.
Cikarang - Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan cara mendorong sektor industri pengolahan.
Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan pertumbuhan sektor industri pengolahan selama tahun 2012 cukup positif.
Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), menurut dia, pertumbuhan sektor industri pengolahan migas mencapai 5,7 persen sedangkan non migas 6,4 persen.
"Sektor industri pengolahan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor ini juga banyak menyerap tenaga kerja," ujar dia dalam acara " Forum Diskusi Industri" di Kawasan Jababeka, Cikarang, Rabu (6/2)
Menurut Armida, pemerintah akan terus mendorong sektor industri pengolahan tidak hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa. Dia mengatakan penyebaran sektor industri pengolahan ini juga sesuai dengan konsep Master Plan Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Armida mengatakan, untuk mengembangkan sektor industri pengolahan di luar Jawa, pemerintah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di beberapa daerah. Dia mengatakan saat ini sudah ada dua KEK yang dikembangkan yaitu Seimangke dan Tanjung Lesung.
Armida mengatakan, saat ini pemerintah akan mencoba fokus pada pengembangan dua kawasan KEK Seimangke dan Tanjung Lesung. Jika dua kawasan ini sudah benar-benar beres, pemerintah akan mengembangkan KEK yang baru.
Armida menuturkan, pengembangan KEK tidak mudah karena ada banyak hal yang mesti dibereskan. Menurutnya, hal tersebut adalah masalah lahan dan pembangunan infrastruktur.
"Kredibilitas pemerintah mesti dijaga, kami tidak mau dua kawasan KEK Seimangke dan Tanjung Lesung terbengkalai karena pemerintah akan cari kawasan baru, kami fokus dua kawasan ini dulu," ujar dia.
Cikarang - Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan cara mendorong sektor industri pengolahan.
Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan pertumbuhan sektor industri pengolahan selama tahun 2012 cukup positif.
Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), menurut dia, pertumbuhan sektor industri pengolahan migas mencapai 5,7 persen sedangkan non migas 6,4 persen.
"Sektor industri pengolahan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor ini juga banyak menyerap tenaga kerja," ujar dia dalam acara " Forum Diskusi Industri" di Kawasan Jababeka, Cikarang, Rabu (6/2)
Menurut Armida, pemerintah akan terus mendorong sektor industri pengolahan tidak hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa. Dia mengatakan penyebaran sektor industri pengolahan ini juga sesuai dengan konsep Master Plan Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Armida mengatakan, untuk mengembangkan sektor industri pengolahan di luar Jawa, pemerintah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di beberapa daerah. Dia mengatakan saat ini sudah ada dua KEK yang dikembangkan yaitu Seimangke dan Tanjung Lesung.
Armida mengatakan, saat ini pemerintah akan mencoba fokus pada pengembangan dua kawasan KEK Seimangke dan Tanjung Lesung. Jika dua kawasan ini sudah benar-benar beres, pemerintah akan mengembangkan KEK yang baru.
Armida menuturkan, pengembangan KEK tidak mudah karena ada banyak hal yang mesti dibereskan. Menurutnya, hal tersebut adalah masalah lahan dan pembangunan infrastruktur.
"Kredibilitas pemerintah mesti dijaga, kami tidak mau dua kawasan KEK Seimangke dan Tanjung Lesung terbengkalai karena pemerintah akan cari kawasan baru, kami fokus dua kawasan ini dulu," ujar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




