Investasi Properti Paling Aman di Tengah Kenaikan Inflasi
Selasa, 26 Juli 2022 | 14:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan laju inflasi di Indonesia akan mencapai pada kisaran 3,5% hingga 4,5%. Perkiraan ini lebih tinggi dibandingkan target sasaran inflasi Bank Indonesia (BI) yang mencapai 4,2%.
Proyeksi ini disebabkan melonjaknya ketidakpastian kondisi global, mulai dari kenaikan harga energi dan ancaman krisis pangan akibat konflik Rusia-Ukraina. Tercermin dari capaian inflasi hingga semester I 2022 yang sudah mencapai 3,6% year on year (yoy).
Kondisi ini mendorong harga-harga di berbagai sektor merangkak naik, termasuk material bangunan yang pada gilirannya harga rumah di primary market ikut terdongkrak.
Baca Juga: Properti Terbukti Investasi Tahan Badai terhadap Inflasi
Tingginya inflasi ini tentunya juga memicu kenaikan suku bunga perbankan, termasuk suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA).
Situasi ini tentunya tidak menguntungkan bagi bisnis properti yang baru saja mulai bangkit setelah dua tahun diterjang pandemi Covid-19.
Menyikapi hal tersebut, Ciputra Group melakukan inovasi dengan memberi banyak kemudahan konsumen untuk membeli unit apartemen The Newton 2.

Show unit apartemen The Newton 2
Melalui program Spekta KPA, konsumen tidak merasakan dampak kenaikan suku bunga, karena di satu tahun pertama, bank tidak mengenakan bunga KPA, alias nol persen.
"Di saat suku bunga KPA naik, konsumen kita liburkan membayar bunga. Tapi nanti di tahun kedua, kami berharap situasi ekonomi global dan dalam negeri membaik dan suku bunga kembali rendah, konsumen baru bayar KPA dengan suku bunga pasar," kata General Manager Marketing Ciputra Group, Andreas Raditya, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/7/2022).
Selain itu, kata Raditya, meski harga material bangun terus naik, namun harga unit apartemen The Newton 2 belum naik, masih Rp 1 miliar. Harga itu terbilang istimewa untuk apartemen yang berlokasi di jantung segitiga emas Jakarta.
Baca Juga: Kawasan Selatan Jakarta Tetap Jadi Incaran Pemburu Properti
"Jadi konsumen yang di masa pandemi menunda beli apartemen, sekarang waktu yang tepat merealisasikannya, karena dengan Spekta KPA, tingginya suku bunga dan naiknya harga properti tidak dirasakan oleh konsumen," kata Raditya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




