ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penerimaan BLU di Semester I 2022 Turun, Ini Pemicunya

Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:12 WIB
H
WP
Penulis: Herman | Editor: WBP
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata dalam acara media briefing realisasi PNBP semester I 2022, 4 Agustus 2022.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata dalam acara media briefing realisasi PNBP semester I 2022, 4 Agustus 2022. (BeritaSatu Photo/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata mengungkapkan, realisasi pendapatan badan layanan umum (BLU) pada semester I 2022 mengalami penurunan 24,0% dibandingkan periode yang sama di tahun 2021. Nilai BLU sebesar Rp 45,84 triliun atau mencapai 43,3% dari target sebesar Rp 105,8 triliun yang ada di dalam Peraturan Presiden Nomor 98 tahun 2022.

Baca Juga: Pajak dan PNBP SDA Instrumen Dorong Keadilan bagi Rakyat

"Ini satu-satunya kelompok penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang mengalami penurunan. Ini karena dampak dari ekspor sawit dan turunannya yang sempat dilarang, sehingga itu berdampak pada penerimaan BLU kelapa sawit," ungkap Isa Rachmatarwata dalam acara media briefing realisasi PNBP semester I 2022, Kamis (4/8/2022).

Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak Kementerian Keuangan Wawan Sunarjo menjelaskan, pendapatan pengelolaan dana perkebunan kelapa sawit sampai dengan 30 Juni 2022 sebesar Rp 25,22 triliun, turun 35,4% dibandingkan periode yang sama di tahun 2021 yang sebesar Rp 39,07 triliun. Hal ini disebabkan karena turunnya volume ekspor kelapa sawit dan produk turunannya. Untuk volume ekspor semester I 2022 sekitar 11,57 juta MT, sementara di periode yang sama di 2021 sebanyak 16,18 juta MT.

ADVERTISEMENT

"Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengalami penurunan yang tentunya disebabkan adanya penurunan volume ekspor, kemudian ada dampak pelarangan ekspor crude palm oil (CPO), serta tentunya terkait dengan harga," terang Wawan.

Baca Juga: Harga Komoditas Naik, PNBP SDA Akan Lampaui 2021

Penurunan pendapatan BLU juga berasal dari layanan perbankan dan pengelolaan kawasan otorita. Pendapatan jasa layanan perbankan BLU sebesar Rp 1,34 triliun, turun 16,1% dibandingkan 2021 yang sebesar Rp 1,60 triliun. Untuk pendapatan pengelolaan kawasan otorita mencapai Rp 510 miliar atau turun 23,7% dibandingkan 2021 yang sebesar Rp 0,67 triliun.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon