Proyek Tol Manado-Bitung Terkendala Pembebasan Lahan
Senin, 11 Februari 2013 | 15:44 WIB
Seharusnya proyek ini sudah selesai 100% pada tahun 2012, sekarang baru 37% hanya karena masalah pembebasan tanah.
Manado - Belum dimulainya pembangunan jalan tol Manado-Bitung karena terkendala pembebasan lahan. Hal tersebut juga membuat kemajuan ekonomi di daerah tersebut tersendat.
Demikian dikatakan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto, dalam siaran persnya, Senin (11/2).
Menurut Djoko, tol Manado-Bitung sekarang tanahnya baru bebas 25%. Djoko tidak bisa memutuskan untuk memulai pembangunan jalan Tol Menado – Bitung.
"Seharusnya proyek ini sudah selesai 100% pada tahun 2012, sekarang baru 37% hanya karena masalah pembebasan tanah." jelas Djoko Kirmanto saat mengunjungi lokasi pembangunan Jalan Manado Bypass tahap II dan Jembatan DR.Ir. Soekarno di Kota Manado, Sulawesi Utara (11/2).
Menurut Djoko, investor yang tertarik untuk menggarap jalan tol yang menghubungkan Kota Manado dan Pelabuhan Bitung tersebut cukup banyak jika pembebasan tanahnya sudah selesai. "Bisa saja tidak perlu 100% tapi tunjukkan misalnya kalau sekarang sudah bebas 25%, tahun ini bisa 50% tanah yang sudah bebas." ujarnya.
Pembangunan Jalan Manado Bypass tahap II yang menghubungkan Maumbi-Buha sepanjang 7,9 km saat ini tengah dalam tahap pelaksanaan. Jalan yang dibangun dengan biaya sebesar Rp 91,8 milyar dari dana APBN dan pinjaman dari Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Selatan ditargetkan selesai tahun 2012 lalu. Namun karena terkendala lamanya proses pembebasan tanah, penyelesaiannya tertunda dan ditargetkan selesai pada akhir 2013 ini.
Selesainya pembangunan Manado Bypass tahap II akan melengkapi Manado Bypass tahap I yang menghubungkan Winangun-Maumbi dan telah selesai pada tahun 2008 lalu.
Pembangunan jalan Manado Bypass memiliki manfaat strategis bagi pengurangan kemacetan lalu lintas dalam kota Manado serta menjadi akses bagi arus lalu lintas dari luar Kota Manado menuju Bandara Sam Ratulangi dan Pelabuhan Bitung. Tujuan lainnya yakni terjadinya penyebaran permukiman penduduk sehingga mengurangi pertumbuhan kepadatan permukiman di pusat Kota Manado.
Sementara itu pembangunan Jembatan Soekarno yang ditargetkan selesai tahun 2012, saat ini realisasi fisiknya baru mencapai 84%.
Keterlambatan penyelesaiannya disamping masalah pembebasan lahan, juga disebabkan oleh perubahan desain pondasi, perubahan spesifikasi beton yang digunakan pada pile cap dan pylon dari beton bervolume besar menjadi beton K-500. Selain itu juga dilakukan peninjauan kembali desain bentang utama oleh Independent Proven Checker (IPC). Pihak PPK Pembangunan Jembatan DR.Ir. Soekarno telah mengajukan usulan perpanjangan waktu penyelesaian kontrak hingga November 2013.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




