ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gandeng 4 Mitra, APR Hadirkan Viscose-Rayon Berkelanjutan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:46 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Plt Dirjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignasius Warsito ditemani Direktur Asia Pacific Rayon (APR) Basrie Kamba saat mengunjungi booth APR pada Indo Intertex 2022 di Jakarta Rabu 10 Agustus 2022.
Plt Dirjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignasius Warsito ditemani Direktur Asia Pacific Rayon (APR) Basrie Kamba saat mengunjungi booth APR pada Indo Intertex 2022 di Jakarta Rabu 10 Agustus 2022. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Asia Pacific Rayon (APR), produsen serat viscose-rayon menegaskan komitmennya mendukung inovasi tekstil berkelanjutan atau ramah lingkungan dengan berpartisipasi dalam Pameran Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) terintegrasi bertaraf international, Indo Intertex-Inatex 2022 di JIEXPO Kemayoran Jakarta pada 10-13 Agustus.

Direktur PT Asia Pacific Rayon (APR) Basrie Kamba mengatakan APR bersama empat mitra yakni Duniatex, Idola Selaras Abadi (ISA), Harapan Abadi Tekstil Indonesia (HATI) dan Kabanatex menampilkan aplikasi produk serat rayon yang mendukung transformasi industri 4.0 sekaligus mendorong pemulihan ekonomi Indonesia sektor industri TPT pascapandemi Covid-19.

"Keikutsertaan APR dalam pameran ini merupakan bentuk komitmen kami dalam pengembangan industri tekstil berkelanjutan di Indonesia," ujar dia dalam keterangan tertulisnya Rabu (10/8/2022).

Baca Juga: Pameran Tekstil Indo Intertex–Inatex Kembali Digelar

ADVERTISEMENT

Berbagai aplikasi yang ditampilkan berupa bahan garmen berteknologi terkini seperti benang, kain printing, kain celup, hingga aplikasi produk fashion yang material utamanya menggunakan serat rayon APR, seperti sarung, pakaian denim, busana muslim, hingga loungewear.

Sejalan komitmen sustainable fashion, APR juga menampilkan produk recycled fiber Finex yakni serat daur ulang ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Selain itu, APR menampilkan produk serat rayon ramah lingkungan, Lyocell.

Sebagai informasi, serat rayon APR berasal dari bahan baku terbarukan, terlacak, dan mudah terurai (biodegradable). "APR bahkan memiliki aplikasi "Follow Our Fiber" yang memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk melacak asal mula bahan baku kain yang dipakai untuk memproduksi pakaian," kata dia.

Saat ini, pabrik serat rayon APR yang berlokasi di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau mampu memproduksi serat rayon berkapasitas 300.000 ton per tahun dan telah diekspor ke 20 negara, termasuk Turkiye, Pakistan, India, Bangladesh, Amerika Serikat hingga Mesir.

Baca Juga: Kemenperin Resah Produk Tekstil Tiongkok Banjiri Pasar

Dalam kesempatan yang sama Plt Dirjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian Ignasius Warsito mengapresiasi industri TPT yang tetap bertahan selama pandemi dan ahkan menjadi motor penggerak untuk pertumbuhan ekonomi nasional. "Sampai Juli 2022 komoditas unggulan ini telah mencatatkan nilai ekspor US$ 6,08 miliar atau berkontribusi sebesar 5,51% terhadap total ekspor nasional," kata dia.

Ignasius berharap penyelenggaraan Indointertex-Inatex 2022 dapat mendukung Making Indonesia 4.0 untuk mendorong transformasi industri tekstil yang lebih berdaya saing dan berinovasi tinggi sehingga dapat bersaing di pasar global.

"Ini adalah momentum baik agar terjadi business matching antara produsen mesin dan pelaku tekstil, sehingga bisa sama membangun ekosistem tekstil ini secara terintegrasi," ujarnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon