ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ISEI Usul Ini agar Indonesia Tak Masuk Middle Income Trap

Senin, 5 September 2022 | 11:07 WIB
TP
WP
Penulis: Triyan Pangastuti | Editor: WBP
Ilustrasi aktivitas ekspor dan impor.
Ilustrasi aktivitas ekspor dan impor. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com -Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mengapresiasi berbagai upaya pemerintah yang berhasil membawa ekonomi Indonesia kembali pulih dari pandemi Covid-19. Penanganan krisis pandemi yang sangat baik menjadi stimulan bagi ekonomi domestik untuk tumbuh solid. Hal ini tercermin dari kinerja ekonomi pada kuartal I dan kuartal II yang tumbuh di atas 5% atau masing-masing 5,01% (year on year/yoy) dan 5,44% (yoy).

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pertumbuhan Ekonomi Berpotensi Terpangkas 0,33 Poin Persentase

"Pemulihan dari pandemi Covid-19 menjadi stimulan ekonomi nasional tumbuh lebih solid. Dalam beberapa triwulan terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II tumbuh 5,44% (yoy) atau sudah meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya. Pencapaian ini merupakan modal penting bagi pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi agar tidak terjebak dalam pendapatan menengah atau middle income trap," kata Penasehat ISEI Jakarta, Aviliani dalam webinar ISEI Jakarta, Senin (5/9/2022).

Ia menjelaskan untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dengan pendapatan tinggi, pemerintah harus menyelesaikan masalah mulai aspek sosial, ekonomi, hingga lingkungan. Aviliani menekankan agar kinerja ekonomi domestik memiliki fondasi kokoh dengan menjadikan ekspor serta investasi menjadi motor penggerak.

ADVERTISEMENT

"Dua faktor ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pergerakan harga komoditas. Sedangkan sisi sosial, Indonesia harus bisa turunkan angka kemiskinan dengan efektivitas berbagai program pemerintah, sedangkan isu lingkungan dengan mendorong aktivitas ramah lingkungan," ucapnya.

Ia menceritakan pandemi global yang diikuti munculnya krisis baru yakni lonjakan harga energi dan pangan disebabkan keseimbangan sisi permintaan dan penawaran di pasar global. Selain itu, perang Rusia-Ukraina mempengaruhi suplai energi dan bahan pangan dunia. Alhasil memicu lonjakan inflasi di berbagai negara di tengah penurunan pertumbuhan ekonomi dunia dan memunculkan stagflasi.

"Untuk merespons naiknya inflasi, beberapa bank Sentral di dunia lakukan kenaikan suku bunga acuan. The Fed naikkan suku bunga sangat agresif sehingga menekan nilai tukar di berbagai negara berkembang. Kenaikan suku bunga The Fed disebabkan lonjakan inflasi jauh dari target sejak akhri Desember 2021 dan telah mencapai level tertinggi 9% pada Juni 2022, sedangkan sektor ketenagakerjaan AS juga cukup solid, pengangguran terbuka bulan Agustus mencapai 3,7%," ucapnya.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejalan dengan Ketersediaan Energi

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro, dan Keuangan Internasional, Wempi Saputra mengatakan bahwa dalam 2,5 tahun terakhir dinamika ekonomi global seperti roller coaster. Pandemi Covid-19 menyebabkan ekonomi dunia terkontraksi. Namun saat dunia mulai pulih, justru muncul krisis baru yakni krisis geopolitik Rusia-Ukraina.

"Hingga awal 2022, pergeseran risiko beralih dari pandemi ke tekanan ekonomi global karena konflik perang Rusia-Ukraina. Ini sebabkan ekonomi global dihadapkan tantangan inflasi, pengetatan likuiditas, dan kenaikan suku bunga, serta potensi krisis utang global dan stagflasi," ucapnya.

Di sisi lain eskalasi risiko juga menyebabkan pelemahan ekonomi global yang tercermin dari data outlook IMF menjadi hanya 3,2% pada 2022 atau turun dibandingkan tahun 2021 yang mampu tumbuh 6,1%. Sementara pada 2023, ekonomi diproyeksi hanya tumbuh 2,9%. Bahkan secara kuartal, pertumbuhan ekonomi AS mengalami kontraksi berturut-turut pada kuartal I kontraksi minus 1,6%, kuartal II minus 0,9%.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Puan Minta Pengawasan WNA Diperketat Cegah Indonesia Jadi Basis Judol

Puan Minta Pengawasan WNA Diperketat Cegah Indonesia Jadi Basis Judol

NASIONAL
Berdayakan Generasi Muda Perempuan Indonesia

Berdayakan Generasi Muda Perempuan Indonesia

MULTIMEDIA
Hiu Paus Lintasi 13 Negara Cari Makan, Habitat Kuncinya Indonesia

Hiu Paus Lintasi 13 Negara Cari Makan, Habitat Kuncinya Indonesia

NASIONAL
BI dan TNI AL Perluas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke 97 Pulau 3T

BI dan TNI AL Perluas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke 97 Pulau 3T

EKONOMI
RI dan 7 Negara Muslim Kecam Pengibaran Bendera Israel di Masjid Aqsa

RI dan 7 Negara Muslim Kecam Pengibaran Bendera Israel di Masjid Aqsa

INTERNASIONAL
Mesra di Moskwa: 5 Pertemuan Prabowo-Putin yang Ubah Peta Ekonomi RI

Mesra di Moskwa: 5 Pertemuan Prabowo-Putin yang Ubah Peta Ekonomi RI

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon