Laba Bersih Maybank Malaysia Capai RM 5,74 Miliar
Minggu, 24 Februari 2013 | 11:25 WIB
Jakarta – Malayan Banking Berhad (Maybank Group) Malaysia mencatat laba bersih sebesar RM 5,74 miliar pada 2012 atau bertumbuh 17,6 persen dibandingkan 2011 sebesar RM 4,88 miliar. Pendapatan operasional tercatat meningkat 12 persen menjadi RM 16,6 miliar.
Di Malaysia, Maybank mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,8 persen (year on year/yoy), yang lebih tinggi dibandingkan industri. Kontribusi laba dari luar negeri meningkat 30 persen, yang bertumbuh lebih dari 45,4 persen (yoy). Sedangkan bisnis syariah (Maybank Islamic) mencatat laba bersih sebesar RM 1,19 miliar atau bertumbuh 25 persen.
"Total aset kami mencapai RM 495 miliar, dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) net 1,09 persen," ujar Chairman Maybank Group Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, baru-baru ini.
Zaharuddin mengatakan, pertumbuhan portofolio Maybank, termasuk dari negara seperti Indonesia (melalui anak usaha, yaitu PT Bank Internasional Indonesia Tbk dan PT Maybank Syariah Indonesia) membantu pertumbuhan double digit. Begitu pula dengan kontribusi dari regional investment banking dan ceruk perbankan syariah.
"Pasar utama internasional yaitu Singapura mencatat laba sebelum pajak lebih dari RM 1 miliar dan Indonesia bertumbuh 60 persen dengan rekor tertinggi sebesar RM 550 juta," ujar Zaharuddin.
Bisnis anak usaha di Indonesia, kata dia, membukukan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi sebesar 20,8 persen, sedangkan pasar internasional lainnya mencatat kenaikan 12,9 persen. Dana pihak ketiga (DPK) di anak usaha Indonesia bertumbuh 22,3 persen, sehingga turut menyumbang kepada DPK simpanan bruto Group yang bertumbuh 10,3 persen menjadi RM 347,2 miliar.
Pertumbuhan yang baik tersebut, kata dia, membuat Maybank dapat bertahan di tengah tantangan krisis ekonomi global. Maybank juga meningkatkan produktivitas karyawan dan merestrukturisasi basis biaya di regional. Pertumbuhan pendapatan didukung oleh peningkatan pendapatan berbasis biaya (fee based income) bersih sebesar 14,0 persen dan peningkatan net fund-based income 10,8 persen.
Zaharuddin mengatakan, pendapatan bertumbuh melampaui biaya overhead karena peningkatan efisiensi dan implementasi disiplin biaya. Hal itu mengimbangi tekanan pada margin bunga bersih sepanjang tahun. Dengan begitu, Maybank bisa menjadi bank terbesar keempat di Asia Tenggara dari segi aset.
President and Chief Executive Officer Maybank Group Dato’ Sri Abdul Wahid Omar menambahkan, pihaknya memiliki modal yang kuat dan siap untuk mendukung ekspansi franchise di regional. Tahun ini, grup tersebut menargetkan Return on Equity (ROE) dapat bertumbuh sebesar 15 persen, dengan modal dasar yang lebih besar dan pertumbuhan kredit grup sebesar 12%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




