Inbreng Saham SMBR ke SMGR Ditargetkan Tuntas Akhir 2022
Selasa, 11 Oktober 2022 | 12:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Pemerintah melalui Kementerian BUMN bakal mengalihkan (inbreng) sebanyak 7,49 miliar atau setara 75,51% saham seri B PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) ke PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG. Targetnya, seluruh transaksi tuntas Desember 2022.
Corporate Secretary PT Semen Baturaja (SMBR) Doddy Irawan menjelaskan, proses transaksi pengalihan sebanyak 7,49 miliar saham seri B milik pemerintah ke SMGR akan dieksekusi melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue dalam bentuk nontunai. Hal ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2022 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (PP 33/2022).
Doddy melanjutkan, transaksi pengalihan saham berlangsung ketika pemerintah menuntaskan pembayaran HMETD, yang ditandai dengan penandatanganan akta inbreng saham antara Kementerian BUMN dan SMGR serta pencatatan perubahan pemegang saham PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) oleh Biro Administrasi Efek dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). "Seluruh rangkaian proses transaksi saat ini ditargetkan rampung pada Desember 2022," ujar Doddy dalam keterangan resmi, Selasa (11/10/2022).
Adapun prosedur untuk mengubah status Semen Baturaja dari persero menjadi perseroan terbatas (PT) adalah melalui perubahan anggaran dasar. Karena itu, kata Doddy, SMBR akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk membahas agenda perubahan anggaran dasar terkait perubahan status SMBR.
Selanjutnya, akta pernyataan keputusan yang dihasilkan dalam RUPSLB tersebut akan diajukan untuk memperoleh persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
"Pemberitahuan rencana penyelenggaraan RUPSLB SMBR akan disampaikan kepada OJK dan BEI setelah SMGR memperoleh surat efektif pernyataan pendaftaran dari OJK atas rencana penambahan modal dengan memberikan HMETD," tutur Doddy.
Seiring dengan inbreng tersebut, SMGR akan menguasai sebanyak 75,51% saham seri B SMBR dan 24,49% sisanya dimiliki publik. Sementara saham seri A SMBR tetap dimiliki negara sehingga negara masih menjadi pengendali atas perseroan.
Sebelumnya, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Semen Indonesia Andriano Hosny menyampaikan, akuisisi yang dilakukan SMGR terhadap SMBR merupakan salah satu milestone perseroan pada tahun ini.
Pasalnya, pemerintah menilai portofolio manajemen dua perusahaan yang bergerak di industri semen ini kurang efektif bila dikelola secara terpisah. Karenanya, agar tercipta sinergi dan pengelolaan rencana strategis dari klasterisasi semen berjalan baik, maka perlu dikonsolidasikan.
"Proses dari masuknya SMBR ini sedang berjalan on the track dan perkiraan sekitar akhir Oktober atau November mulai proses capital market dan closing di sekitar Desember. Jadi, ini masih on the track dan sepertinya akan terealisasi tahun ini," ujar Hosny.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




