ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Investor Daily Summit 2022

Ekowisata, Masa Depan Industri Pariwisata Indonesia

Selasa, 11 Oktober 2022 | 19:03 WIB
LC
FH
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: FER
(dari kiri ke kanan) Moderator Meliza Gilbert, CSO Plataran Group Anandita Makes Adoe, CEO Kios Ria Kreasi (KIOS) Ade Sulistioputra, dan CEO Tiket.com George Hendrata, menjadi pembicara saat Investor Daily Summit 2022, di Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2022. Pada sesi ini, mengangkat tema Ahead of The Curve: Strategies To Capturee The Post-Pandemic Tourism Board.
(dari kiri ke kanan) Moderator Meliza Gilbert, CSO Plataran Group Anandita Makes Adoe, CEO Kios Ria Kreasi (KIOS) Ade Sulistioputra, dan CEO Tiket.com George Hendrata, menjadi pembicara saat Investor Daily Summit 2022, di Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2022. Pada sesi ini, mengangkat tema Ahead of The Curve: Strategies To Capturee The Post-Pandemic Tourism Board. (BeritaSatu Photo/Ruth Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi covid-19 telah mengubah wajah industri pariwisata Indonesia, dari sekedar pariwisata saja menjadi lebih ke alam atau yang biasa disebut dengan ecotourism atau ekowisata.

Chief Strategy Officer Grup Plataran Anandita Makes Adoe mengatakan, ekowisata menjadi masa depan industri pariwisata Indonesia pascapandemi.

"Ekowisata dan Indonesia tidak bisa dipisahkan. Sebabnya, ekowisata merupakan diferensiasi Indonesia terhadap negara lain. Kebanyakan orang berpikir ekowisata itu tentang kembali ke alam, padahal kenyataannya lebih dari itu," kata Anandita Makes Adoe, di acara BNI Investor Daily Summit 2022, Selasa (11/10/2022).

Menurut Anandita, ekowisata yang sebenarnya adalah pelestarian alam, budaya dan sumber daya manusia. "Di Indonesia kita punya itu semua. Ekowisata itu pariwisata yang berkelanjutan," ucapnya.

ADVERTISEMENT

CSO Plataran Group Anandita Makes Adoe menjadi pembicara saat Investor Daily Summit 2022, di Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2022.

CSO Plataran Group Anandita Makes Adoe menjadi pembicara saat Investor Daily Summit 2022, di Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2022.

Anandita mengatakan, saat ini pihaknya melihat tren pariwisata orientasinya lebih ke alam dengan lebih bertanggung jawab secara sosial dan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Artinya pariwisata lebih dari sekedar liburan dengan lebih ke ekowisata.

"Jadi strategi yang benar untuk menangkap peluang ini menurut kami adalah untuk lebih berkontribusi. Lebih baik mempunyai turis yang berkualitas tapi yang benar-benar menjaga, melestarikan, memberdayakan, daripada turis-turis yang datang hanya singgah lalu balik tanpa sesuatu yang berati. Makanya kita fokus ke ekowisata," kata Anandita.

Hal ini sesuai dengan visis Plataran Indonesia sejak 2009 yaitu, untuk Indonesia dan untuk bangsa Indonesia. Dia mengungkapkan, pihaknya ingin menunjukkan yang terbaik dari Indonesia dan ikon Indonesia.

"Kita mencoba memberikan sesuatu dampak positif pada alam, budaya, komunitas dari progam kita," ujar Anandita.

Progam Plataran Indonesia yang dimaksud adalah Rainbow Revival yang mencakup Plataran Crisis Center, Plataran Your Second Home, Plataran Safety Protocol, Plataran Silk Trails dan Virtual Concert All Star Legend.

Dia menegaskan ekowisata di Plataran Indonesia adalah utama dan genetik, bukan hanya gimmick. Lalu, passion and vision serta menunjukkan jati diri Indonesia yang sebenarnya.

"Selanjutnya pariwisata dengan tujuan pendekatan holistik dan Keberlanjutan di semua aspek," ucap Anandita.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KLH Akan Cabut Sanksi Administratif terhadap KSO Ekowisata Puncak

KLH Akan Cabut Sanksi Administratif terhadap KSO Ekowisata Puncak

JAWA BARAT
Pasar Katulistiwa Dusun Bambu, Wisata UMKM Berbasis Rakyat

Pasar Katulistiwa Dusun Bambu, Wisata UMKM Berbasis Rakyat

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon