2023, Alkindo Bidik Omzet Naik 2 Kali Lipat Jadi Rp 3 T
Minggu, 23 Oktober 2022 | 16:02 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) mengincar omzet (turnover) pada 2023 sebesar Rp 3 triliun, tumbuh sekitar dua kali lipat daripada target omzet tahun ini sebesar Rp 1,7 triliun. Beroperasinya mesin paper kedua Desember mendatang diproyeksi bakal memacu pendapatan perusahaan di bidang produksi honeycomb, edge protector, papercore dan papertube ini.
Direktur Utama Alkindo Naratama Herwanto Sutanto menjelaskan, penambahan mesin paper kedua di PT Eco Paper Indonesia (ECO) selaku anak usaha merupakan program yang sudah dicanangkan perseroan sejak tahun lalu.
Saat ini, lanjut dia, Eco Paper baru memiliki satu paper mesin berkapasitas 250 ton per hari yang jika dipotong bisa menghasilkan sekitar 75.000 ton dalam setahun. Seiring penambahan mesin paper kedua yang beroperasi komersial pada Desember nanti, maka kapasitasnya akan meningkat sekitar 225.000 ton dalam setahun.
"Dengan adanya ini, turnover kita akan jadi dua kali lipat daripada 2021 di mana 2021 kurang lebih hampir Rp 1,5 triliun, tahun ini akan Rp 1,7 triliun, dan tahun depan akan Rp 3 triliun turnover-nya. Jadi itu proyeksi dalam waktu dekat," tutur Herwanto di acara Kamu Beli Saham Apa (KBSA) Mirae Asset baru-baru ini.
Menurutnya, target pendapatan sebesar Rp 3 trilun tersebut masih akan didominasi dari bisnis paper dari yang semula 65% shifting menjadi 75%. Dengan demikian, selama tiga sampai empat tahun ke depan, perseroan masih akan fokus pada paper karena bisnis tersebut masih memiliki banyak ruang. Ruang itu terlihat cukup lebar terutama pada bagian hilirnya. Perekonomian Indonesia yang tumbuh juga telah berpengaruh pada meningkatnya sektor packaging sebesar double digit.
"Jadi, itu kuncinya. Kertas cokelat memang menjadi alternatif packaging yang relatif murah. Jadi, kalau itu dikonsumsi pasar besar otomatis kuenya bisa kebagi. Tinggal bukan hanya kita ikutan growth dengan market saja, tapi kita juga bikin inovasi," ujarnya.
Selain menambah mesin paper kedua, Herwanto menyebut, perseroan juga berencana memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas sekitar 3,6 megawat untuk menyuplai kebutuhan paper mesin pertama yang konsumsinya mencapai sekitar 5 megawatt.
"Jadi, 70% dan kita akan mendapatkan saving sekitar 19% dibandingkan dengan di bawah harga PT PLN (Persero). Jadi ujung-ujungnya, kita harus ada benefit yang di-deliver kepada investor karena melihat performa kita," katanya.
Diakuinya, hingga kini PLTS itu belum bisa dioperasikan karena masih membutuhkan procurement dan izin dari PT PLN (Persero) sehingga masih memerlukan sedikit waktu. Karenanya, manajemen memperkirakan PLTS tersebut akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun depan.
"Kontrak semua sudah ditandatangani dan pengadaan sudah berjalan. Jadi, itu roofing yang ada di luar paper mesin kedua sudah akan dipakai. Makanya, kita akan mendapatkan kapasitas 3,6 megawatt yang termasuk cukup besar di Indonesia untuk satu industri," ungkapnya.
Adapun perihal kinerja sampai kuartal III tahun ini, Herwanto optimistis, perseroan masih memperlihatkan kinerja yang on the track layaknya kinerja yang dihasilkan pada kuartal I 2022.
"Kinerja kuartal III kita secara konsolidasi belum selesai tapi kelihatannya masih on the track. Mungkin, di kuartal IV 2022 bisa jadi ada pergeseran. Tapi saya masih cukup yakin sampai kuartal III masih on track. Kuartal I ke kuartal III sama," pungkas Herwanto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




