ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kuartal III, Sarana Multigriya Finansial Cetak Laba Rp 291 M

Selasa, 25 Oktober 2022 | 09:52 WIB
PA
WP
Penulis: Prisma Ardianto | Editor: WBP
Ilustrasi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Ilustrasi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, BUMN yang memfasilitasi penyaluran dana dari pasar modal ke sektor perumahan untuk mendorong pemilikan rumah, mencetak laba bersih sebesar Rp 291,25 miliar atau turun 27,25% secara year on year (yoy) pada kuartal III 2022. Pada periode sama tahun lalu, perolehan laba bersih mencapai Rp 400,37 miliar.

"Penurunan laba dipengaruhi pendapatan bunga dan pendapatan syariah yang susut 20,15% (yoy) menjadi Rp 1,30 triliun pada kuartal III 2022," demikian dikutip keterangan Sarana Multigriya Finansial Senin (24/10/2022).

Begitu juga pendapatan sekuritisasi yang turun 36,65% (yoy) menjadi Rp 8,64 miliar. Alhasil total pendapatan turun 22,57% (yoy) menjadi Rp 1,31 triliun.

Di sisi lain, beban bunga dan bagi hasil sebetulnya turun sampai dengan 23,02% (yoy) menjadi Rp 838,85 miliar. Termasuk beban umum dan administrasi turun tipis 1,55% (yoy) menjadi Rp 61,93 miliar di kuartal III 2022. Sementara pos beban gaji dan tunjangan cenderung naik 23,00% (yoy) menjadi Rp 60,53 miliar. Dengan demikian, total beban SMF tercatat mencapai Rp 957,68 miliar atau turun 20,68% (yoy).

ADVERTISEMENT

Penurunan kinerja keuangan ini tidak sejalan dengan realisasi bisnis Sarana Multigriya Finansial. Sejatinya, pinjaman yang diberikan dan pembiayaan syariah naik 18,03% (yoy) menjadi Rp 24,04 triliun. Pinjaman/pembiayaan pihak ketiga dan pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 4,00 triliun dan Rp 20,04 triliun.

Peningkatan piutang diikuti kas dan setara kas perusahaan yang turun 55,54% (yoy) sehingga menyisakan Rp 1,52 triliun. Penyusutan sebagian kas karena penempatan SMF pada aset berbentuk deposito, yang meningkat sampai dengan 11,79% (yoy) menjadi Rp 5,45 triliun pada kuartal III-2022.

Adapun aset berbentuk efek-efek pada juga turun 11,19% (yoy) menjadi Rp 1,60 triliun. Sehingga dengan strategi penempatan tersebut, total aset SMF kuartal III-2022 mencapai Rp 32,87 triliun atau tercatat naik 6,98% (yoy).

Di samping itu, total liabilitas Sarana Multigriya Finansial tumbuh datar sebesar 0,79% (yoy) menjadi Rp 16,57 triliun. Sedangkan total ekuitas di level cukup tebal mencapai Rp 16,18 triliun atau tumbuh 15,93% (yoy).

Sebelumnya, Direktur Utama Sarana Multigriya Finansial Ananta Wiyogo menyampaikan, Sarana Multigriya Finansial berkomitmen untuk berkontribusi mendukung upaya pemerintah dalam mendukung pemilikan rumah yang layak dan terjangkau. Pihaknya pun berharap kontribusi SMF dapat mendukung masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan akses ke perumahan yang layak.

"Sarana Multigriya Finansial akan terus berperan serta membantu pemerintah dalam memaksimalkan pemanfaatan APBN untuk penyediaan akses ke perumahan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia melalui program KPR FLPP serta program pembiayaan sekunder perumahan berkelanjutan lainnya," ungkap Ananta.

SMF menargetkan pinjaman yang diberikan pada tahun 2022 mencapai Rp 12,41 triliun. Rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun 2022 turut mencanangkan penerbitan surat utang senilai Rp 3,30 triliun.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon