Laba Bersih AKR Corporindo Naik 96%, Ini Pemicunya
Selasa, 25 Oktober 2022 | 11:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com– Laba bersih PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), perusahaan perdagangan olahan minyak bumi pada sembilan bulan pertama tahun 2022 naik 96% menjadi Rp 1,56 triliun. Kinerja ini didukung pertumbuhan 100% pendapatan AKRA yang mencapai Rp 34,6 triliun, didorong kenaikan penjualan di segmen perdagangan dan distribusi.
Sepanjang periode yang berakhir 30 September 2022, perseroan mempertahankan neraca kuat, dengan arus kas lebih baik. Net gearing AKRA pada akhir kuartal III 2022 tercatat -0,13x dengan saldo kas Rp 4,37 triliun. Net gearing menunjukkan rasio seberapa besar perusahaan tergantung pada utang dalam struktur modalnya.
"Kami senang melaporkan hasil keuangan yang sangat baik untuk 9 bulan 2022. AKR terus memberikan hasil kuat pada 2022, melanjutkan kinerja kuat sejak 2020 ketika ekonomi dibuka setelah pembatasan pasca-Covid-19," terang Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo secara tertulis, Senin (24/10/2022).
Dia menambahkan, dengan logistik dan infrastruktur rantai pasokan yang luas serta strategi manajemen rantai pasokan yang disiplin, AKR berhasil mengirimkan produk. Hal ini untuk memenuhi permintaan pelanggan dengan tepat waktu di tengah disrupsi global dan rantai pasok.
Menurutnya, model bisnis AKR yang teruji waktu dan didukung Platform TI inovatif memungkinkan perusahaan mengelola fluktuasi harga, memelihara persediaan, dan menghasilkan pertumbuhan pendapatan signifikan. AKR juga telah mempertahankan pengendalian biaya ketat dan meningkatkan efisiensi yang turut mendorong perusahaan memberikan kinerja positif.
"Posisi keuangan per 30 September 2022 juga kuat dengan basis aset sebesar Rp 26,67 triliun. Terdiri dari aset lancar, aset tetap dan investasi di tanah yang siap jual dan tanah yang sedang dikembangkan di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE)," sambung Haryanto.
Di sisi lain, saldo kas AKRA per 30 September menunjukkan Rp 4,37 triliun dengan pengurangan lebih lanjut pada utang neto perusahaan. Hal ini membuat perseroan dapat memposisikan diri dengan baik, saat inflasi global dan kenaikan suku bunga.
Arus kas dari aktivitas operasi selama sembilan bulan pertama ini mencapai Rp 3,73 triliun. Dana tersebut digunakan untuk belanja modal, pembebasan tanah untuk JIIPE, pembayaran pajak, hingga membayar dividen tunai. AKRA memberikan Rp 829 miliar kepada pemegang saham melalui dividen final 2021 dan dividen interim 2022.
Perseroan melaporkan peningkatan pada rasio keuangan utama, return on equity meningkat signifikan menjadi 20,6% dan return on assets sebesar 7,8%. "Dengan rasio modal kerja yang sangat sehat," klaim Haryanto.
Manajemen AKRA optimistis, tahun ini bisnis perseroan memiliki prospek bagus. Hal ini didukung permintaan bahan kimia dasar dan produk BBM yang didistribusikan AKRA ke berbagai sektor ekonomi termasuk manufaktur, pertambangan, serta bunker. "Sektor transportasi terus mengalami peningkatan seiring dengan perekonomian Indonesia yang terus menunjukkan pertumbuhan," sambung Haryanto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




