Perang Tarif Mulai Merambah Layanan Fixed Broadband
Selasa, 25 Oktober 2022 | 18:17 WIB
Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel) Sarwoto Atmosutarno menyebut untuk fixed broadband jaringannya terbuka dan saling terhubung yang membuat pelanggan cenderung melakukan survei terlebih dahulu untuk melihat kualitasnya sebelum memutuskan berlangganan. Jika sudah berlangganan, biasanya akan sangat sulit untuk beralih ke produk lainnya.
"Untuk menjaga para pelanggannya dari serbuan perang tarif, maka penyedia layanan internet fixed broadband harus kreatif. Misalnya menjaga kualitasnya serta menawarkan paket bundling dengan berbagai layanan streaming untuk menjaga pelanggan maupun menggaet pelanggan baru," kata Sarwoto.
Baca Juga: Perang Tarif Telekomunikasi akan Rugikan Operator
Salah satu pemain di bisnis layanan fixed broadband, IndiHome, memiki strategi khusus untuk menggaet pelanggan dengan mengusung konsep window of entertainment. Misalnya menyediakan konten menarik yang bekerja sama dengan 14 OTT partner seperti Netflix, MOLA, Vidio, WeTV, serta memiliki variasi paket sesuai kebutuhan pelanggan, mulai dari paket 30 Mbps hingga 300 Mbps.
"IndiHome terus berupaya untuk mengembangkan peningkatan layanan. Kami menghadirkan berbagai inovasi yang mengutamakan kepuasan pelanggan," kata Vice President Marketing Management Telkom E Kurniawan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




