ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perang Tarif Mulai Merambah Layanan Fixed Broadband

Selasa, 25 Oktober 2022 | 18:17 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Dari kiri ke kanan:Vice President Marketing Management Telkom E Kurniawan, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif, Ketua Umum Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel) Sarwoto Atmosutarno dalam acara Selular Business Forum bertajuk “Perang Tarif Internet: Mungkinkan Menular ke Penyedia Fixed Broadband?” di Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2022.
Dari kiri ke kanan:Vice President Marketing Management Telkom E Kurniawan, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif, Ketua Umum Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel) Sarwoto Atmosutarno dalam acara Selular Business Forum bertajuk “Perang Tarif Internet: Mungkinkan Menular ke Penyedia Fixed Broadband?” di Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2022. (BeritaSatu/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif melihat perang tarif internet saat ini mulai menular ke penyedia layanan fixed broadband atau internet rumah. Perang tarif sebelumnya cukup ketat terjadi antar operator seluler.

"Harga Rp 300.00 (per bulan) sebenarnya sudah pas, tetapi saat ini banyak penyedia fixed broadband yang menawarkan harga di bawah itu," ungkap Muhammad Arif dalam acara "Perang Tarif Internet: Mungkinkan Menular ke Penyedia Fixed Broadband?", di Jakarta, Selasa (25/10/2022).

Arief melihat, kompetisi layanan fixed broadband saat ini juga sudah semakin ketat, bahkan telah meluas ke luar pulau Jawa dengan semakin banyaknya peralihan aktivitas masyarakat dari offline ke online, seiring penerapan pola kerja hybrid.

"Meski demikian, perang harga layanan fixed broadband masih dalam batas wajar dan APJII sangat mendukung agar pemerintah terus mengawasi dan menjaga iklim kompetisi bisnis yang sehat," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Indonesia sendiri merupakan pangsa pasar yang besar. Menurut data APJII, dari 250 juta lebih penduduk di Indonesia, jumlah pengguna internet di negeri ini pada 2022 mencapai 210 juta orang.

Dari total pengguna itu, APJII mengungkapkan hanya 14,5% yang memiliki fasilitas fixed broadband. Sehingga potensi pelanggan di bisnis ini masih terbuka lebar. Dengan peluang pasar yang besar, maka persaingan di antara para penyedia layanan juga semakin ketat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perang Tarif dengan Amerika, Kanada Lari ke Pasar ASEAN

Perang Tarif dengan Amerika, Kanada Lari ke Pasar ASEAN

EKONOMI
Pertemuan Buntu, AS-China Sepakat Tunda Perang Tarif 90 Hari

Pertemuan Buntu, AS-China Sepakat Tunda Perang Tarif 90 Hari

EKONOMI
Trump Beri Diskon Tarif ke Jepang

Trump Beri Diskon Tarif ke Jepang

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon