Inflasi Februari Capai 0,75 Persen
Jumat, 1 Maret 2013 | 10:25 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi sepanjang bulan Februari 2013 mencapai 0,75 persen.
Dengan demikian inflasi tahun kalender mencapai 1,79 person, sedangkan inflasi secara year on year mencapai 5,31 person.
"Inflasi Februari 0,75 persen," kata Kepala BPS Suryamin dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (1/3).
Dia mengatakan, inflasi komponen inti pada bulan Februari mencapai 0,30 persen, sedangkan inflasi kompenen inti tahunan (year on year) mencapai 4,29 persen.
Suryamin mengakui, inflasi pada bulan lalu memang merupakan inflasi tertinggi rata-rata di bulan Februari dalam 10 tahun terakhir. Tingginya inflasi pada Februari, menurut Suryamin salah satunya disebabkan pembatasan impor barang holtikultura yang dilakukan pemerintah.
"Ada pembatasan impor holitikultura sehingga harganya naik meningkat tinggi. Ini karena ada shock karena kebijakan baru dimulai, tapi ke depan tidak akan tinggi lagi pengaruhnya. Pemerintah pasti mengontrol harga-harga kebutuhan pokok yang sebabkan inflasi," jelas dia.
Suryamin menjelaskan, komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yang tinggi antara lain bawang putih sebesar 0,12 persen, tarif listrik sebesar 0,08 persen, cabai merah sebesar 0,04 persen, dan tomat buah sebesar 0,03 persen.
Dia menambahkan, dari 66 kota indeks harga konsumen (IHK), 20 kota inflasi dan 6 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 3,15 persen dan terendah di Sibolga 0,12 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




