ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Laba Satyamitra Kemas Lestari Naik 10% pada Kuartal III 2022

Selasa, 8 November 2022 | 21:22 WIB
MF
FH
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: FER
Emiten produsen kemasan berbahan dasar kertas coklat yakni PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL)
Emiten produsen kemasan berbahan dasar kertas coklat yakni PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) (Ist)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) berhasil membukukan laba bersih komprehensif tahun berjalan sebesar Rp 77,01 miliar pada kuartal III-2022, naik 10% dari Rp70,18 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan laba sejalan dengan meningkatnya permintaan produk ramah lingkungan dari perseroan.

President Direktur SMKL Ang Kinardo mengatakan, kenaikan laba bersih tersebut terutama diperoleh berkat peningkatan penjualan sebesar 11% secara tahunan dari Rp 1,53 triliun menjadi Rp 1,70 triliun.

"Kenaikan laba bersih dan penjualan yang berhasil diraih di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang. Kenaikan harga bahan bakar minyak, serta kenaikan laju inflasi yang mengikutinya telah mulai menggerus daya beli masyarakat," jelas Ang Kinardo, di Jakarta, Selasa (8/11/2022).

Ia menambahkan, peningkatan penjualan ini didukung oleh karakter ramah lingkungan dari produk-produk kemasan yang dihasilkan perseroan.

ADVERTISEMENT

Sejalan dengan meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat dunia, khususnya Indonesia terhadap bisnis berkelanjutan telah turut membantu peningkatan penjualan kemasan kertas berbahan baku karton atau kertas cokelat hasil daur ulang yang diproduksi perseroan.

"Kami juga memperoleh sertifikasi berkelanjutan Forest Stewardship Council (FSC), seiring dengan upaya perseroan untuk mengembangkan bisnis berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, dengan meningkatnya penjualan, beban pokok penjualan mengalami peningkatan 13% secara tahunan menjadi Rp 1,42 triliun dari Rp 1,26 triliun.

Untuk diketahui, pada tahun ini SMKL targetkan pendapatan pada tahun 2022 dapat bertumbuh hingga 15% menjadi Rp 2,4 triliun. Target tersebut akan dicapai dengan pengembangan bisnis juga efisiensi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon