Waskita Beton Private Placement 32,715 Miliar Saham
Rabu, 9 November 2022 | 06:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sehubungan dengan adanya rencana penerbitan saham baru untuk konversi utang ke saham, emiten konstruksi BUMN, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), berencana melakukan penerbitan saham baru dengan skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 32,715 miliar lembar saham.
"Private placement dilakukan dalam rangka implementasi perjanjian perdamaian yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) sejak 20 September 2022 lalu," kata Corporate Secretary PT Waskita Beton Precast Tbk, Fandy Dewanto dalam keterangan tertulisnya Rabu (9/11/2022).
Saham baru yang diterbitkan ditujukan untuk penyelesaian sebagian kewajiban kepada kreditur dagang (vendor) melalui skema konversi utang menjadi saham. "Implementasi skema konversi utang menjadi ekuitas akan dilaksanakan setelah persetujuan aksi korporasi dari seluruh regulator didapatkan," kata dia.
Private placement merupakan bentuk komitmen WSBP kepada para keditur untuk memenuhi hak-hak kreditur yang telah disepakati sebelumnya pada perjanjian perdamaian.
Waskita Beton juga akan melakukan konversi atas kewajiban kepada pemegang Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tbk Tahap I & II Tahun 2019 dan PT Bank DKI menjadi obligasi wajib konversi (OWK). OWK akan dikonversi menjadi saham pada tahun ke-10 pasca penerbitan.
Nantinya Waskita Beton juga akan mengajukan rencana aksi korporasi ini pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Desember 2022.
"Waskita Beton selalu menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik dan senantiasa mematuhi komitmen yang telah disampaikan dalam rencana perdamaian, serta akan bersikap kooperatif dan terbuka kepada seluruh stakeholder," kata Fandy Dewanto.
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan laba bersih Rp 1,42 triliun pada semester pertama tahun 2022. Kinerja perusahaan berkebalikan dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang rugi Rp 154 miliar. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, keuntungan bersumber dari pendapatan sebesar Rp 743,78 miliar atau tumbuh 81,03% dari periode sebelumnya, yakni Rp 410,86 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




