Sambut G-20, Harga Surat Utang Negara Diprediksi Menguat
Minggu, 13 November 2022 | 19:44 WIB
Dengan begitu, dana asing yang sempat berada di Indonesia, sebelum pandemi, diperkirakan akan mulai masuk kembali sebagai penambah likuiditas SBN. Yield 10 tahun di pasar obligasi Indonesia juga menguat akibat kepercayaan investor global balik. "Mereka mulai percaya diri melihat pasar kita sehingga penguatan harga terus berlanjut," imbuh Ramdhan.
Dihubungi secara terpisah, Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C Permana juga memproyeksikan harga SUN dalam jangka pendek akan menguat dengan yield 10 tahun bergerak di kisaran 7,3-7,5%. Penguatan harga SUN, menurut analisis Fikri, dipengaruhi risiko global yang sedikit menurun berkat data inflasi Amerika yang kembali turun dalam tiga bulan berturut-turut
"Pendorong lainnya, kalau dari sisi global, yield US treasury yang masih turun akan mendorong market mencari pasar-pasar yang relatif lebih prospektif, termasuk indonesia. Jadi aliran dana asing akan masuk ke Indonesia pekan ini," terang Fikri.
Di sisi lain, pekan ini investor dapat mencermati data cadangan devisa Indonesia dan kemungkinan kenaikan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). Pasalnya dua hal ini diprediksi akan sangat positif bagi pasar SBN Indonesia.
"Saat ini harapan saya neraca perdagangan akan kembali positif Oktober lalu, Kemungkinan BI7DRR akan ada kenaikan 50 bsp (basis poin). Mungkin ini akan membuat interest rate differential antara Indonesia dan the Fed akan kembali lebar, harapannya tahun ini akan membuat yield spread Indonesia masih akan sangat prospektif dibanding yield US treasury," tutup Fikri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




