ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kirim Bantuan ke Turki, PMI Siapkan Rumah Sakit Lapangan dan Mobile Clinic

Jumat, 10 Februari 2023 | 18:32 WIB
VH
IC
Penulis: Vinnilya Huanggrio | Editor: CAH
PMI bersama Ketua Umum PMI Jusuf Kalla secara resmi melepas sebanyak 5 orang tenaga kesehatan yang akan bergabung dalam tim besar yang terdiri dari beberapa organisasi di bawah pusat krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Jumat 10, Februari 2023 siang di kantor PMI Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
PMI bersama Ketua Umum PMI Jusuf Kalla secara resmi melepas sebanyak 5 orang tenaga kesehatan yang akan bergabung dalam tim besar yang terdiri dari beberapa organisasi di bawah pusat krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Jumat 10, Februari 2023 siang di kantor PMI Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. (Beritasatu.com/Vinnilya Huanggrio)

Jakarta, Beritasatu.com - Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada korban yang terdampak gempa di Turki dan Suriah. PMI bersama Ketua Umum PMI Jusuf Kalla secara resmi melepas sebanyak 5 orang tenaga kesehatan yang akan bergabung dalam tim besar yang terdiri dari beberapa organisasi di bawah pusat krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Jumat (10/2/2023) siang di kantor PMI Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Kita akan mendirikan sebuah rumah sakit lapangan, jadi tim akan dibagi menjadi dua," ungkap koordinator dokter yang bertugas untuk bencana Turki, Habib Priyono kepada wartawan pada (10/2/2023).

Habib menjelaskan bahwa tim yang pertama itu akan mendirikan rumah sakit lapangan yang akan melayani operasi fraktur atau patah tulang bagi korban gempa Turki. Sedangkan tim yang kedua akan menangani pasien-pasien yang berada di daerah yang sulit diakses.

ADVERTISEMENT

"Karena kita tahu bahwa korban itu mayoritas akan mengalami fraktur atau patah tulang. Sebagian lagi nanti akan melakukan mobile clinic, yakni menyusuri daerah-daerah yang remote, area yang belum terjangkau kesehatan di sana," papar dia.

Sementara, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyebutkan tim kesehatan dari PMI ini akan bergabung dalam tim nasional yang berjumlah 25 orang, terdiri dari dokter umum, ahli x-ray, pompa dan sebagainya. Untuk mengobati para korban gempa di Turki pada masa darurat (emergency) seperti saat ini dalam waktu penugasan yang belum ditentukan.

"Tergantung penugasan, sesuai kondisi yang ada. Ini kan penugasan dalam keadaan darurat berarti tergantung pemerintah Turki itu memutuskan berapa lama keadaan daruratnya," ungkap Jusuf Kalla.

Sementara, sebelum berangkat ke Turki pada besok, Sabtu (11/2/2023) untuk melaksanakan aksi kemanusiaan berbagai persiapan sudah dilakukan. Hal ini dikemukakan oleh koordinator dokter Habib Priyono. Dia mengatakan, "berbagai persiapan sudah kami lakukan, yang utama adalah persiapan mental kita karena kita tahu bahwa di Turki saat ini cuacanya sangat beda, sangat ekstrim di winter season di mana suhu rata-rata -4 itu yang benar benar menjadi tantangan untuk kami."

"Tapi kami sudah menyiapkan segalanya, fisik juga sudah kami persiapkan," tambah dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon