ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertempuran di Sudan Memanas, Kemenlu Siapkan Proses Evakuasi WNI

Minggu, 23 April 2023 | 15:00 WIB
PL
R
Penulis: Pudja Lestari | Editor: RZL
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha.
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) segera mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Sudan, imbas pertempuran di Sudan yang kian memanas.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha menjelaskan saat ini Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia telah berkoordinasi dengan PBB untuk mengevakuasi WNI yang tinggal di Sudan.

Langkah tersebut dilakukan imbas dari konflik bersenjata yang terjadi antara militer Sudan Armed Forces (SAF) dan Rapid Support Force (RSF) di Sudan.

"Pemerintah Republik Indonesia terus bekerja mempersiapkan evakuasi. Koordinasi dengan PBB sudah dilakukan," ujar Judha dalam pesan singkatnya ke jurnalis B-Universe pada Minggu siang, 23 April 2023.

ADVERTISEMENT

Judha menjelaskan beberapa misi asing di Sudan juga sudah dilakukan. Namun, hingga saat ini Judha belum dapat memastikan waktu dan jalur evakuasi WNI, mengingat saat ini koordinasi masih berlangsung.

"Beberapa misi asing di Sudan sudah dilakukan," tambah Judha.

Judha meminta masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran proses evakuasi WNI di Sudan. Hingga kini jumlah WNI yang tercatat di KBRI Khartoum, Ibu Kota Sudan mencapai 1.209 orang. Sebagian besar WNI di sana adalah pelajar dan mahasiswa yang bertempat tinggal di Khartoum.

"Mohon doanya," kata Judha.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan pertemuan darurat terkait konflik di Sudan. Retno menyebut bahwa situasi di Sudan belum membaik dan cenderung terjadi eskalasi.

"Berdasarkan data WHO, korban meninggal sudah mencapai 300 orang dan korban luka mencapai lebih dari 3.000 orang," kata Retno di jumpa pers Kamis lalu (20/4/2023).

Retno menyebut saat ini status keamanan di Sudan adalah siaga 1. Retno mengungkapkan Tim perlindungan WNI dari KBRI Khartoum sejauh ini telah berhasil mengevakuasi 43 WNI yang tinggal di Sudan.

Retno meminta WNI yang tinggal di Sudan bersama kerabatnya yang tinggal di Indonesia, untuk tetap tenang. Retno memastikan Kementerian Luar Negeri akan mengevakuasi WNI secepatnya, setelah seluruh koordinasi dilakukan oleh pihak berwenang.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kolaborasi dengan B-Universe, Dubes Sudan Perkuat Hubungan Bilateral

Kolaborasi dengan B-Universe, Dubes Sudan Perkuat Hubungan Bilateral

INTERNASIONAL
Brutal! RSF Diduga Bunuh 460 Orang di Rumah Sakit Darfur Sudan

Brutal! RSF Diduga Bunuh 460 Orang di Rumah Sakit Darfur Sudan

INTERNASIONAL
Bencana Kemanusiaan, ICRC Desak Dunia Hentikan Pembantaian di Sudan

Bencana Kemanusiaan, ICRC Desak Dunia Hentikan Pembantaian di Sudan

INTERNASIONAL
Kronologi Perang di Sudan yang Tewaskan 2.200 Orang, Apa Penyebabnya?

Kronologi Perang di Sudan yang Tewaskan 2.200 Orang, Apa Penyebabnya?

INTERNASIONAL
Siapa Itu RSF yang Lakukan Pembantaian pada 2.200 Orang di Sudan?

Siapa Itu RSF yang Lakukan Pembantaian pada 2.200 Orang di Sudan?

INTERNASIONAL
Presiden Sidang Umum PBB: Dunia Butuh Diplomasi Bukan Perpecahan

Presiden Sidang Umum PBB: Dunia Butuh Diplomasi Bukan Perpecahan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon