ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Serangan Udara dan Artileri Mengguncang Ibu Kota Sudan

Minggu, 30 April 2023 | 11:52 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Seorang pria berjalan melewati rumah yang terkena serangan dalam pertempuran di Khartoum, Sudan, 25 April 2023.
Seorang pria berjalan melewati rumah yang terkena serangan dalam pertempuran di Khartoum, Sudan, 25 April 2023. (AP)

Khartoum, Beritasatu.com – Ibu kota Khartoum diguncang serangan udara dan artileri pada Sabtu (29/4/2023), pada pekan ketiga pertempuran di Sudan antara pasukan militer dan milisi bersenjata. Pertempuran tetap berlangsung meski ada perjanjian gencatan senjata oleh kedua belah pihak.

Pada Sabtu malam, bentrokan terjadi di dekat pusat kota Khartoum, dekat dengan markas tentara dan istana kepresidenan.

Dalam salah satu upaya terbaru oleh pemerintah asing untuk mengevakuasi warganya, konvoi terorganisir pemerintah AS tiba di kota Laut Merah Port Sudan pada hari Sabtu, mengevakuasi warga AS, staf lokal, dan lainnya, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller. .

ADVERTISEMENT

Pemerintah AS akan membantu para pengungsi melakukan perjalanan ke Jeddah, Arab Saudi, tambah Miller. Dia tidak mengatakan berapa banyak orang Amerika yang tersisa di negara itu.

Seorang utusan PBB sebelumnya menawarkan secercah harapan untuk mengakhiri pertempuran, dengan mengatakan pihak-pihak yang bertikai yang sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda kompromi sekarang lebih terbuka untuk negosiasi, meskipun belum ada tanggal yang ditetapkan.

Ratusan orang telah tewas dan ribuan lainnya terluka sejak 15 April ketika perebutan kekuasaan antara tentara Sudan dan Pasukan Pendukung Cepat (RSF) paramiliter meletus.

Pertempuran tersebut telah membawa Sudan ke arah perang saudara, menggagalkan transisi yang didukung secara internasional yang bertujuan untuk membentuk pemerintahan yang demokratis.

Tentara mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah melakukan operasi penyisiran dan bentrok dengan pasukan RSF di Bahri utara dan di Omdurman, di seberang Sungai Nil dari Khartoum, dan menghancurkan 25 kendaraan bala bantuan RSF. Dikatakan beberapa bank dan toko di ibu kota telah dijarah.

Saksi mata mengatakan, bahwa mereka melihat drone tentara menargetkan tentara RSF di dekat salah satu kilang minyak utama negara itu di utara ibu kota.

Kedua belah pihak terus berperang selama serangkaian gencatan senjata yang dimediasi oleh kekuatan asing, terutama Amerika Serikat. Gencatan senjata 72 jam terakhir berakhir pada tengah malam pada hari Minggu (30/4/2023) ini.

"Saya khawatir suatu hari saya tertidur dan saya terbangun karena sebuah bom jatuh di rumah saya," kata seorang pria bernama Khalid, warga Khartoum di mana dia tinggal karena nenek tua dan saudara perempuannya yang sakit.

Ia tak bisa mengungsi karena perjalanan yang panjang dan mahal biayanya.

"Itulah ketakutan terdalam saya saat ini. Hanya itu yang saya pikirkan. Itu sebabnya saya tidak bisa tidur di malam hari."

RSF mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa pihaknya telah menembak jatuh sebuah pesawat perang tentara militer Sudan di Omdurman, dan menuduh tentara melanggar gencatan senjata dengan melakukan serangan di sana.

Militer Sudan sebelumnya menyalahkan RSF atas pelanggaran tersebut.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kolaborasi dengan B-Universe, Dubes Sudan Perkuat Hubungan Bilateral

Kolaborasi dengan B-Universe, Dubes Sudan Perkuat Hubungan Bilateral

INTERNASIONAL
Brutal! RSF Diduga Bunuh 460 Orang di Rumah Sakit Darfur Sudan

Brutal! RSF Diduga Bunuh 460 Orang di Rumah Sakit Darfur Sudan

INTERNASIONAL
Bencana Kemanusiaan, ICRC Desak Dunia Hentikan Pembantaian di Sudan

Bencana Kemanusiaan, ICRC Desak Dunia Hentikan Pembantaian di Sudan

INTERNASIONAL
Kronologi Perang di Sudan yang Tewaskan 2.200 Orang, Apa Penyebabnya?

Kronologi Perang di Sudan yang Tewaskan 2.200 Orang, Apa Penyebabnya?

INTERNASIONAL
Siapa Itu RSF yang Lakukan Pembantaian pada 2.200 Orang di Sudan?

Siapa Itu RSF yang Lakukan Pembantaian pada 2.200 Orang di Sudan?

INTERNASIONAL
Presiden Sidang Umum PBB: Dunia Butuh Diplomasi Bukan Perpecahan

Presiden Sidang Umum PBB: Dunia Butuh Diplomasi Bukan Perpecahan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon