Di Depan Presiden Belarusia, Putin Tertawakan Kegagalan Serangan Balasan Ukraina
Minggu, 23 Juli 2023 | 23:04 WIB
St Petersburg, Beritasatu.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa serangan balasan Ukraina telah gagal, saat menerima Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko dalam pembicaraan di St Petersburg pada hari Minggu (23/7/2023). Pernyataan ini diungkapkan Putin, sebagai respons dari pernyataan Lukashenko yang menyebut tidak ada kontraofensif dari Ukraina.
"Kontraofensif ada, tapi telah gagal," kata Putin, dikutip dari Reuters.
Ukraina memulai kontraofensif pada bulan lalu, tetapi hingga saat ini hanya berhasil mencapai kemajuan kecil melawan pasukan Rusia yang menguasai lebih dari sepertujuh wilayah Ukraina, setelah hampir 17 bulan berperang. Ketua Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley mengatakan pada hari Selasa (18/7/2023) bahwa pergerakan Ukraina akan menjadi perjuangan yang panjang, sulit, dan berdarah.
Saluran Telegram yang terkait dengan Lukashenko mengutipnya dengan nada jenaka mengatakan bahwa pejuang dari kelompok bayaran Rusia, Wagner, yang sekarang melatih tentara Belarusia, sangat ingin menyeberang ke Polandia, yang merupakan anggota NATO.
"Pasukan Wagner telah mulai membuat kami tegang, mereka ingin pergi ke barat. 'Ayo pergi berlibur ke Warsawa dan Rzeszow'," katanya.
Pada Kamis (20/7/2023), kementerian pertahanan Belarusia mengatakan pasukan Wagner telah mulai melatih pasukan khusus Belarusia di area latihan militer hanya beberapa mil dari perbatasan Polandia. Polandia telah memindahkan pasukan tambahan ke perbatasan dengan Belarus sebagai respons terhadap kedatangan pasukan Wagner yang dipindahkan ke sana setelah melakukan pemberontakan singkat di Rusia bulan lalu.
Putin memperingatkan Polandia pada Jumat (21/7/2023) bahwa setiap agresi terhadap Belarusia akan dianggap sebagai serangan terhadap Rusia. Dia mengatakan Moskow akan menggunakan segala cara yang dimiliki untuk merespons setiap bentuk agresi terhadap Minsk.
Rusia dan Belarusia terhubung dalam kemitraan yang disebut "negara serikat" di mana Moskow jauh lebih dominan. Namun, Lukashenko mengizinkan Rusia menggunakan negaranya sebagai pangkalan peluncuran pada awal invasi ke Ukraina pada Februari 2022.
Lukashenko juga membiarkan pasukan Rusia berlatih di pangkalan militer Belarusia, melakukan latihan gabungan secara teratur, dan menerima pengiriman senjata nuklir taktis yang ditempatkan oleh Putin di negaranya. Langkah ini menuai kecaman dari negara-negara Barat.
Kremlin juga memberikan pujian kepada Lukashenko atas perannya dalam menengahi kesepakatan bulan lalu untuk mengakhiri pemberontakan Wagner, yang menurut Putin sempat mengancam Rusia ke dalam perang saudara. Putin mengatakan kedua pemimpin akan bertemu pada hari Minggu dan Senin dan akan membahas masalah keamanan dan lainnya secara rinci dan mendalam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




