ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Geng-geng Kriminal Haiti Semakin Berani, Serukan Penggulingan Kekuasan dengan Senjata

Kamis, 21 September 2023 | 06:08 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Pemimpin geng kriminal Haiti, Jimmy “Barbercue” Cherizier dikawal pasukannya saat berjalan melakukan pawai.
Pemimpin geng kriminal Haiti, Jimmy “Barbercue” Cherizier dikawal pasukannya saat berjalan melakukan pawai. (AP)

Port Au Prince, Beritasatu.com – Pemimpin geng kriminal paling ditakuti di Haiti, baru-baru ini mengeluarkan seruan untuk penggulingan Perdana Menteri Ariel Henry dengan kekerasan senjata. Ia juga mendesak warga Haiti untuk turun ke jalan melawan pemerintah.

Jimmy "Barbecue" Cherizier, mantan perwira polisi yang kini memimpin gabungan geng kriminal Haiti menguasai sebagian besar Port-au-Prince. Ia memimpin sekelompok pria bersenjata melakukan pawai melintasi ibu kota pada hari Selasa (19/9/2023), dan memblokir jalan.

"Kami melancarkan perlawanan untuk menggulingkan pemerintahan Ariel Henry dengan cara apa pun. Pertarungan kita dilakukan dengan senjata," kata pemimpin geng Cherizier kepada Reuters.

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, demonstrasi di seluruh lingkungan kelas pekerja akan terjadi setiap hari terhadap pemerintahan Henry, yang menurutnya tidak memiliki legitimasi.

Geng-geng kriminal Haiti, yang sering terlibat baku tembak dengan polisi dan mengambil keuntungan dari kegiatan seperti pemerasan dan perdagangan narkoba, semakin kuat sejak pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada tahun 2021.

Pembunuhan tersebut menciptakan kekosongan kekuasaan, dan sejak itu Perdana Menteri Ariel Henry memerintah untuk sementara waktu. Henry telah berjanji untuk menyelenggarakan pemilu setelah keamanan kembali stabil, dan menyerukan bantuan internasional dalam memerangi geng-geng tersebut.

"Komunitas internasional tidak dapat terus melakukan hal ini di Haiti. Jika komunitas internasional tidak ada hubungannya dengan kematian (Moise), mereka tidak boleh mendukung Ariel Henry," tegas Cherizier.

Ia juga mengatakan, bahwa warga lingkungan padat penduduk Carrefour Feuilles yang meninggalkan rumahnya karena kekerasan geng akan segera dapat kembali dan hidup damai.

Ancaman dari Cherizier muncul ketika Kenya mempertimbangkan untuk memimpin pasukan multinasional yang didukung PBB untuk membantu polisi Haiti melawan geng-geng tersebut.

Lebih dari 19.000 orang telah mengungsi dari ibu kota Haiti dalam beberapa pekan terakhir akibat kekerasan bersenjata.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon