Malaysia-Singapura Tuding Indonesia Ekspor Asap Karhutla
Selasa, 10 Oktober 2023 | 15:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disebabkan musim kemarau panjang sedang berlangsung di Indonesia, dan terjadi dari tahun ke tahun.
Dampak dari kebakaran tersebut diklaim sampai memengaruhi negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Berikut faktanya.
Karhutla Lahap Sejumlah Wilayah di Indonesia
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH), tercatat sekitar 204.894 hektar lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga Desember 2022.
Data KLKH menunjukkan ada sekitar 267.900 hektar hutan yang terbakar sepanjang 2023. Angka ini melonjak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 1.001 titik api yang tersebar di delapan provinsi yang berbeda pada wilayah Sumatera.
Dilansir Beritasatu.com, Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan titik api terbanyak 733 titik. Daerah Jambi memiliki 13 titik api, Lampung sebanyak 105 titik api, Sumatera Barat 24 titik, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau satu titik, Bangka Belitung 106 titik, dan Riau terdapat 18 titik. Kasus karhutla turut melanda sejumlah daerah di Kalimantan.
Berdasarkan pantauan udara, kabut asap pekat tersebut merupakan kiriman dari karhutla yang melanda Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Selatan. Selain itu, tercatat ada 53 titik api di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Negara Tetangga Kena Imbas
Kasus karhutla yang terjadi di Indonesia juga menjadi perhatian internasional. Hal ini karena dampak dari kebakaran tersebut menyebar hingga ke beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.
Indonesia dianggap telah lalai dalam mengelola hutan dan ini merupakan kegagalan dalam menerapkan standar langkah-langkah pengelolaan hutan, serta pencegahan kebakaran sehingga timbul pencemaran udara.
Menteri Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia, Nik Nazmi bin Nik Ahmad telah mengirim surat kepada Menteri KLKH, Siti Nurbaya Bakar belum lama ini.
Surat tersebut dikirim terkait memburuknya kualitas udara di Malaysia akibat terimbas karhutla Indonesia. Selain itu, Pemerintah Malaysia juga menawarkan bantuan ke Indonesia untuk mengatasi karhutla yang menimpa sejumlah wilayah belakangan ini.
Menanggapi hal itu, Siti Nurbaya membantah tuduhan tersebut. Dia menyatakan belum mendeteksi adanya kabut asap yang berpindah dari Indonesia ke negara-negara tetangga.
Siti Nurbaya juga menegaskan saat ini KLKH masih menindaklanjuti perkembangan apa pun terkait kebakaran hutan dan lahan yang sedang terjadi.
Kebakaran hutan yang terjadi di beberapa daerah Sumatera dan Kalimantan sedang dalam tahap pemadaman menggunakan bom air dari helikopter.
Melansir Channel News Asia, Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura mengungkapkan kekhawatirannya terkait kualitas udara di negaranya akan memasuki kisaran level tidak sehat, jika karhutla terus terjadi di Indonesia.
"Kami mencatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah titik panas di Sumatera dengan 212 titik api terdeteksi pada Jumat kemarin (6/10/2023), dibandingkan dengan pada Kamis dan Rabu," ujar NEA.
"Kepulan asap dan kabut terlihat di citra satelit di wilayah selatan dan tengah Sumatera. Pergeseran arah angin sore ini dari tenggara ke selatan, meniupkan sebagian asap ke Singapura dan menyebabkan penurunan kualitas udara," imbuhnya.
Dampak Karhulta
Dampak lain yang timbul dari karhutla ini adalah melonjaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang diderita masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, jumlah penderita ISPA mencapai 2.675 kasus yang tersebar di beberapa kecamatan. Lonjakan kasus ini menjadi perhatian pemerintah setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Anjar Hari Purnomo mengatakan, pihaknya kini terus melakukan upaya pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat agar lonjakan penderita ISPA tak terjadi lagi.
Sementara itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mencegah ISPA.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




