ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kondisi di Haiti Kian Mencekam, Geng Bersenjata Coba Kuasai Bandara

Selasa, 5 Maret 2024 | 10:22 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Seorang wanita berjalan melewati mayat narapidana di luar Lembaga Pemasyarakatan Nasional di Port-au-Prince, Haiti, Minggu, 3 Maret 2024.
Seorang wanita berjalan melewati mayat narapidana di luar Lembaga Pemasyarakatan Nasional di Port-au-Prince, Haiti, Minggu, 3 Maret 2024. (AP/Odelyn Joseph)

Keadaan darurat selama 72 jam diberlakukan pada Minggu (3/3/2024) malam. Pemerintah Haiti berkomitmen untuk melacak para narapidana yang melarikan diri. Polisi diperintahkan untuk menggunakan semua upaya hukum yang mereka miliki untuk menegakkan jam malam dan menangkap semua pelanggar.

Geng bersenjata diperkirakan telah menguasai hingga 80% wilayah ibu kota Port-au-Prince. Perdana Menteri Ariel Henry melakukan perjalanan ke Kenya pekan lalu untuk mencari dukungan bagi pasukan keamanan yang didukung PBB untuk membantu menstabilkan Haiti dalam konflik dengan kelompok kejahatan yang semakin kuat.

Dujarric menekankan perlunya tindakan segera, khususnya dalam memberikan dukungan keuangan untuk misi tersebut guna mengatasi kebutuhan keamanan yang mendesak bagi rakyat Haiti, serta mencegah negara tersebut semakin terjerumus ke dalam kekacauan.

ADVERTISEMENT

Kepolisian Nasional Haiti hanya memiliki sekitar 9.000 petugas untuk memberikan keamanan bagi lebih dari 11 juta orang. Mereka sering kali kewalahan dan kurang persenjataan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sejarah Baru Medis: Hati Babi Berhasil Ditanam ke Tubuh Manusia

Sejarah Baru Medis: Hati Babi Berhasil Ditanam ke Tubuh Manusia

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon