Putin Siap Gunakan Senjata Nuklir jika Kedaulatan Rusia Terancam
Kamis, 14 Maret 2024 | 09:48 WIB
Moskwa, Beritasatu.com - Presiden Vladimir Putin siap mengerahkan senjata tersebut jika kedaulatan Rusia terancam. Kremlin telah memperingatkan negara-negara Barat bahwa ada risiko nyata terjadinya bencana nuklir jika mereka meningkatkan konflik di Ukraina.
Pernyataan Putin ini muncul hanya beberapa hari menjelang pilpres di Rusia yang diyakini bakal memperpanjang masa kekuasaan sang presiden.
“Persenjataan nuklir kami lebih modern dibandingkan lainnya. Hanya kami dan Amerika yang benar-benar memiliki seperti itu. Kami telah mencapai lebih banyak kemajuan di sini,” kata Putin dalam wawancara dengan media pemerintah, Rabu (13/3/2024).
“Kami siap menggunakan senjata, termasuk senjata apa pun (nuklir), jika menyangkut pertanyaan tentang keberadaan negara Rusia atau kerusakan terhadap kedaulatan dan kemerdekaan kami,” tambah Putin.
Pemimpin Rusia itu juga menepis komentar baru-baru ini dari pemimpin Prancis Emmanuel Macron, yang menyatakan kemungkinan hadirnya pasukan NATO di Ukraina.
“Faktanya adalah militer negara-negara Barat telah hadir di Ukraina sejak lama,” klaim Putin.
Ia mengacu pada apa yang dikatakan Kremlin sebagai tentara bayaran di Ukraina. “Namun kalau bicara kontingen militer resmi negara asing, saya yakin tidak akan mengubah situasi di medan perang,” imbuhnya.
Meskipun Macron semakin menegaskan pernyataannya, beberapa sekutu Ukraina, termasuk AS, memilih menjauhkan diri dari gagasan tersebut, yang mengejutkan banyak orang di Eropa.
Komentar Putin muncul beberapa jam setelah gelombang serangan pesawat tak berawak menargetkan kilang minyak dan wilayah perbatasan Rusia untuk hari kedua berturut-turut.
Salah satunya menyebabkan kebakaran dan melukai beberapa orang ketika menabrak kilang minyak di wilayah Ryazan yang terletak sekitar 200 km tenggara Moskow. “Kilang minyak Ryazan diserang oleh drone,” tulis gubernur regional Ryazan Pavel Malkov di Telegram.
Minggu ini, Rusia menghadapi beberapa serangan paling signifikan di wilayahnya sejak Moskwa mengirim pasukan ke Ukraina lebih dari dua tahun lalu. Milisi pro-Kyiv yang sebagian besar terdiri dari warga Rusia pekan ini mengatakan mereka telah melintasi perbatasan Rusia dan merebut sebuah desa di Kursk.
Putin mengatakan bahwa Ukraina meningkatkan serangannya terhadap wilayah Rusia untuk mengganggu pemilihan presiden mendatang. "Ini semua terjadi dengan latar belakang kegagalan di garis depan. Mereka tidak mencapai tujuan apa pun yang mereka tetapkan tahun lalu,” kata Putin.
“Saya yakin tujuan utamanya adalah, jika tidak mengganggu pemilihan presiden di Rusia, maka mengganggu prosesnya,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




