ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia dan China Dukung Palestina Jadi Anggota Penuh PBB

Kamis, 18 April 2024 | 12:06 WIB
JS
R
Penulis: Jayanty Nada Shofa | Editor: RZL
Menteri Luar (Menlu) Retno Marsudi seusai melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi di Jakarta, Kamis, 18 April 2024.
Menteri Luar (Menlu) Retno Marsudi seusai melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi di Jakarta, Kamis, 18 April 2024. (Dok Kemenlu)

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia dan China mendukung Palestina menjadi anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini diumumkan Menteri Luar (Menlu) Retno Marsudi seusai melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi di Jakarta, Kamis (18/4/2024).

Konflik di Gaza menjadi salah satu topik utama dalam diskusi bilateral kedua menteri luar negeri itu.

"Seperti yang disampaikan oleh Bapak Wang Yi, baik China maupun Indonesia akan mendukung penuh keanggotaan Palestina di PBB," ujar Retno kepada wartawan seusai pertemuan.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan yang sama, Wang Yi melontarkan kritiknya terhadap sikap Amerika Serikat mengenai konflik Gaza. AS, sebagai sekutu kunci dan pendukung militer Israel, telah menggunakan kekuatan vetonya untuk menghalangi resolusi gencatan senjata.

Pada akhir Maret, AS akhirnya menarik diri, memungkinkan Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi 2728 yang menyerukan gencatan senjata selama Ramadan.

"Namun, AS menyebut resolusi itu tidak mengikat, dan dunia sangat terkejut dengan pernyataan AS tersebut. Hal ini menunjukkan bagi AS, hukum internasional hanya alat yang mereka gunakan sesuai keinginan. Piagam PBB menyatakan bahwa resolusi Dewan Keamanan mengikat bagi semua anggota PBB," kata Wang Yi.

"AS sebaiknya mengesampingkan ego dan mendengarkan apa yang dikatakan komunitas internasional. Kami sadarkan agar pejabat-pejabat AS kembali belajar pengetahuan dasar," kata Wang Yi.

Sementara itu, pada Jumat (19/4/2024), Dewan Keamanan PBB akan memberikan suara terhadap rancangan resolusi yang merekomendasikan keanggotaan Palestina di PBB. Dewan Keamanan PBB memiliki 15 anggota, 5 anggota tetap dan 10 anggota tidak tetap.

China, AS, Inggris, Prancis, dan Rusia adalah anggota tetap, yang berarti mereka memiliki kekuatan veto. Resolusi hanya akan disetujui jika mendapatkan 9 suara mendukung tanpa veto. Setelah Palestina mendapatkan rekomendasi dari dewan, dibutuhkan suara mayoritas dua pertiga dari 193 anggota Majelis Umum PBB sebelum menjadi anggota penuh.

Saat ini, Israel sudah menjadi anggota PBB, sementara Palestina hanya memiliki status pengamat. Status pengamat non-anggota Palestina memungkinkannya untuk berbicara dalam pertemuan Majelis Umum, tetapi tidak dapat memberikan suara dalam resolusi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dewan Gereja: Serangan Israel ke Umat Kristen di Palestina Meningkat

Dewan Gereja: Serangan Israel ke Umat Kristen di Palestina Meningkat

INTERNASIONAL
Tim Relawan Indonesia Bersiap Mulai Misi Kemanusian ke Gaza via Darat

Tim Relawan Indonesia Bersiap Mulai Misi Kemanusian ke Gaza via Darat

INTERNASIONAL
23.000 Warga Palestina Ditangkap sejak Perang Gaza pada Oktober 2023

23.000 Warga Palestina Ditangkap sejak Perang Gaza pada Oktober 2023

INTERNASIONAL
212 Demonstran Dukung Palestine Action Ditangkap di London

212 Demonstran Dukung Palestine Action Ditangkap di London

INTERNASIONAL
Dunia Didesak Batalkan UU Hukuman Mati bagi Warga Palestina

Dunia Didesak Batalkan UU Hukuman Mati bagi Warga Palestina

INTERNASIONAL
Angelina Jolie Ungkap Kisah Nyata Kehidupan Pilu Warga di Gaza

Angelina Jolie Ungkap Kisah Nyata Kehidupan Pilu Warga di Gaza

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon