Wanita Tiongkok Dirawat di Rumah Sakit karena Ketagihan Ucapkan Cinta 100 Kali Per Hari
Rabu, 24 April 2024 | 19:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Seorang wanita di Tiongkok terpaksa dirawat di rumah sakit karena ketagihan ucapkan cinta 100 kali per hari ke kekasihnya. Wanita yang disebut bernama Xiaoyu harus menelpon kekasihnya itu 100 kali hanya untuk mengungkapkan perasaan cintanya.
Parahnya jika hal itu tidak bisa dilakukan, Xiaoyu justru seperti seorang pencandu narkoba yang merasa cemas dan marah karena tidak bisa mendapatkan hal yang diinginkan. Dikutip South China Morning Post, Rabu (24/4/2024), Xiaoyu menjadi sangat marah dan mulai merusak barang-barang yang ada di rumah.
Kondisi itu justru membuat kekasih Xiaoyu tertekan. Di samping itu dia justru merasa khawatir akan keselamatan kekasihnya yang kecanduan ucapkan cinta itu.
"Khawatir akan keselamatannya, pacar Xiaoyu menghubungi polisi," sebut South China Morning Post.
Beruntung polisi bertindak cepat merespons laporan itu. Begitu sampai di rumah Xiayou mereka mendapati perempuan tersebut hendak mencoba bunuh diri.
"Para petugas tiba tepat ketika Xiaoyu mengancam akan melompat dari balkon mereka. Setelah diselamatkan dia langsung dibawa ke rumah sakit, di mana dia didiagnosis menderita borderline personality disorder (gangguan kepribadian ambang)," terang South China Morning Post.
Peristiwa itu langsung mendapat perhatian dari media setempat. Mereka bahkan menyebut kondisi yang dialami oleh Xiaoyu dengan nama "otak cinta".
Nama tersebut diartikan sebagai kondisi perilaku obsesif dalam hubungan romantis. Dr Du Na, seorang dokter di rumah sakit tempat Xiaoyu dirawat, menjelaskan bahwa gangguan kepribadian ambang terkadang bisa terjadi bersamaan dengan kondisi lain seperti kecemasan, depresi, dan gangguan bipolar. Dr Du juga berpendapat bahwa kondisi seperti itu mungkin terkait dengan keterikatan masa kecil yang tidak sehat.
BACA JUGA
Dikontrak 5 Tahun oleh Perusahaan Raffi Ahmad, Chandrika Chika Kerap Bermasalah dengan Hukum
Dr Du tidak mengungkapkan penyebab penyakit yang dialami Xiaoyu, namun mengatakan penyakit itu sering terjadi pada orang yang tidak memiliki hubungan yang sehat dengan orang tuanya semasa kecil.
Meskipun beberapa kasus ringan mungkin membaik dengan teknik manajemen emosional, Dr Du menekankan bahwa kasus yang parah, seperti kasus Xiaoyu, memerlukan intervensi medis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




