Korban Tewas Banjir Bandang di Afganistan 300 Orang Lebih
Minggu, 12 Mei 2024 | 10:50 WIB
Laqayi, Beritasatu.com – Lebih dari 300 orang tewas akibat banjir bandang yang menghantam beberapa provinsi di Afganistan, hingga Sabtu (11/5/2024). Hujan deras pada hari Jumat (10/5/2024), menyebabkan air dan lumpur mengalir deras melalui desa-desa dan lahan pertanian di beberapa provinsi negara tersebut.
Para penyintas pada hari Sabtu menyelamatkan diri melalui jalan-jalan yang berlumpur dan dipenuhi puing-puing serta bangunan-bangunan yang rusak. Pihak Pemerintah Taliban Afganistan dan kelompok non-pemerintah mengerahkan regu penyelamat dan bantuan. Mereka juga memperingatkan bahwa beberapa daerah telah terputus akibat banjir.
Provinsi Baghlan Utara adalah salah satu provinsi yang paling terkena dampaknya, dengan lebih dari 300 orang tewas di sana, dan ribuan rumah hancur atau rusak, menurut WFP.
“Berdasarkan informasi terkini di Provinsi Baghlan terdapat 311 korban jiwa, 2.011 rumah hancur dan 2.800 rumah rusak,” ujar petugas komunikasi badan PBB di Afganistan Rana Deraz.
Ada perbedaan antara jumlah korban tewas yang diberikan oleh pemerintah dan lembaga kemanusiaan. Badan migrasi PBB, Organisasi Internasional untuk Migrasi, menyebutkan ada 218 kematian di Baghlan.
Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afganistan Abdul Mateen Qani, mengatakan, 131 orang telah tewas di Baghlan, tetapi jumlah korban jiwa tersebut mungkin bertambah. “Masih banyak orang yang hilang,” katanya.
Sebanyak 20 orang lainnya dilaporkan tewas di provinsi utara Takhar dan dua di negara tetangga Badakhshan.
Juru Bicara Pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan, ratusan warga telah meninggal akibat bencana banjir ini, “Selain itu, banjir telah menimbulkan kerusakan besar pada properti perumahan, sehingga mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan,” tambahnya.
Hujan pada hari Jumat menyebabkan kerusakan parah di Baghlan, Takhar dan Badakhshan, serta provinsi barat Ghor dan Herat. “Rumah dan seluruh hidup saya tersapu banjir,” kata Jan Mohammad Din Mohammad, warga ibu kota provinsi Baghlan, Pol-e-Khomri.
Keluarganya berhasil mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, tetapi ketika cuaca cerah dan mereka kembali ke rumah, tidak ada yang tersisa, semua harta benda dan rumahnya."Saya tidak tahu harus membawa keluarga saya ke mana. Saya tidak tahu harus berbuat apa," keluh Jan
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




