ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wawancara dengan Al Jazeera, Prabowo Ungkap Kebijakan Asian Way

Senin, 13 Mei 2024 | 21:51 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto. (Antara/Erlangga Bregas Prakoso)

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden terpilih Prabowo Subianto bakal mengambil sikap yang tegas dalam kebijakan luar negerinya, dengan mengatakan bahwa diplomasi, negosiasi, dan Asian way (cara Asia) untuk membantu meredakan ketegangan.

Prabowo (72) bersama pasangannya Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo tampil sebagai pemenang Pilpres 2024.

Dalam wawancara dengan saluran berita Qatar Al Jazeera yang disiarkan pada Senin (13/5/2024), Prabowo mengatakan Asia Tenggara telah mengalami perang, penjajahan asing, dan campur tangan dalam politik dalam negeri.

ADVERTISEMENT

“Namun kami menyelesaikannya tanpa campur tangan asing, kami berbicara, kami bertemu,” ujarnya,

Komentar tersebut muncul sebagai jawaban atas pertanyaan tentang apa arti istilah Asian way baginya.

Ditanya tentang persaingan antara Tiongkok dan Amerika Serikat untuk mendapatkan pengaruh di kawasan, mantan komandan pasukan khusus ini mengatakan Indonesia sangat terbuka terhadap kedua negara. “Kami menghormati Anda dan berterima kasih atas bantuan Anda di masa lalu,” katanya.

“Kami mengundang AS, Jepang, Korea, Eropa. Fakta bahwa kami berteman dengan Anda bukan berarti kami tidak bisa berteman dengan China, India, Rusia,” tambahnya, merujuk pada tradisi dan sejarah Indonesia.

Pada forum regional November lalu, Prabowo mengatakan Indonesia berkomitmen terhadap kebijakan nonblok dan akan menjaga hubungan baik dengan Tiongkok dan Amerika Serikat.

Pada bulan April lalu, Prabowo mengunjungi Tiongkok, Jepang dan Malaysia dalam perjalanan luar negeri pertamanya sejak memenangi pemilihan presiden.

Dalam wawancara tersebut, Prabowo membantah terjadinya kemunduran demokrasi, dan mengatakan bahwa Indonesia telah mengalami peralihan pemerintahan secara damai selama bertahun-tahun, meskipun terdapat permasalahan yang perlu diatasi, seperti korupsi yang merajalela.

Prabowo menambahkan bahwa kepentingan nasional akan memandu pendekatan terhadap situasi di provinsi paling timur Papua, di mana kelompok separatis bersenjata telah bentrok dengan pasukan keamanan selama bertahun-tahun.

Prabowo juga mengungkapkan pertimbangannya untuk membentuk kabinet yang lebih besar di bawah kepemimpinannya, termasuk satu kementerian yang mengawasi program andalannya makan siang gratis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon