Varian Baru Covid-19 KP.2 Tak Bakal Picu Gelombang Infeksi, Ini Alasannya
Rabu, 15 Mei 2024 | 19:06 WIB
Beijing, Beritasatu.com - Varian baru Covid-19 yang menyebar secara global kemungkinan besar tidak akan memicu gelombang infeksi baru di Tiongkok. Karena varian ini hanya menyumbang sebagian kecil dari kasus lokal, yang sudah berada pada tingkat rendah.
Cabang dari Omicron yang disebut KP.2 pertama kali terdeteksi di India pada awal Januari 2024. Virus ini telah menyebar secara internasional dan menjadi jenis virus yang dominan di Amerika Serikat (AS).
Tiongkok telah mendeteksi kasus infeksi KP.2 lokal pada Maret 2024 di Provinsi Guangdong. Kemudian pada 12 Mei 2024, ada 25 kasus yang dilaporkan secara nasional.
“Proporsi kasus KP.2 dalam laporan mingguan lokal berkisar antara 0,05 persen hingga 0,3 persen, yang merupakan tingkat yang sangat rendah,” kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC Tiongkok) dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs resminya, Rabu (15/5/2024).
Dengan turunnya kasus infeksi Covid-19 varian JN.1 di Tiongkok, para ahli yakin kemungkinan KP.2 menjadi jenis Covid-19 yang dominan dan memicu gelombang infeksi baru adalah kecil. JN.1 adalah varian yang dominan saat ini di negara ini.
CDC Tiongkok juga menunjukkan bahwa belum ada laporan apa pun yang menunjukkan perubahan signifikan dalam kemampuan patogenisitas atau penghindaran kekebalan KP.2 dibandingkan dengan JN.1.
Varian KP.2 sejak 3 Mei 2024 telah dimasukkan dalam daftar varian Covid-19 dalam pemantauan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Menurut WHO, status ini digunakan untuk memberi sinyal kepada otoritas kesehatan masyarakat bahwa varian Covid-19 ini mungkin memerlukan perhatian dan pemantauan yang diprioritaskan.
Menurut ABC News, KP.2 kini menjadi varian Covid-19 yang dominan di AS. Saat ini diperkirakan terdapat 28,2 persen kasus infeksi di AS, naik dari 1,4 persen pada pertengahan Maret.
Virus ini juga menyebar ke negara-negara Barat lainnya, seperti Inggris dan Australia.
Di Asia, Thailand telah melaporkan beberapa kasus KP.2, dan media Bangkok Post menyatakan pekan lalu bahwa sembilan kasus infeksi telah terdeteksi.
KP.2 termasuk dalam kelompok varian Covid-19 yang oleh para ilmuwan dijuluki “FLiRT”, sesuai dengan nama teknis mutasinya. Varian dalam kelompok ini semuanya merupakan keturunan varian JN.1, yang menyebar dengan cepat ke seluruh dunia beberapa bulan lalu.
Menurut Andrew Pekosz, ahli virologi di Universitas Johns Hopkins, KP.2 seperti JN.1 dan varian Omicron sebelumnya yang memerlukan waktu lima hari atau lebih sebelum seseorang mulai menunjukkan gejalanya setelah terpapar.
“Kalau soal gejala, kami tidak melihat sesuatu yang baru atau berbeda dengan varian ini,” tambahnya.
“Kita terus melihat lebih banyak penyakit ringan, tetapi kemungkinan besar hal ini bukan karena virusnya lebih ringan, tetapi karena kekebalan kita jauh lebih kuat sekarang,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




