Hubungan dengan Israel Memburuk, Menhan Spanyol Sebut Perang Gaza Adalah Genosida
Minggu, 26 Mei 2024 | 10:35 WIB
Madrid, Beritasatu.com - Menteri pertahanan (Menhan) Spanyol mengatakan pada Sabtu (25/5/2024), bahwa konflik di Gaza adalah genosida nyata. Pernyataan ini muncul ketika hubungan antara Israel dan Spanyol memburuk menyusul keputusan pihak Madrid untuk mengakui negara Palestina.
Pernyataan terbaru Spanyol ini belum mendapat respons Israel karena kaum Yahudi menjalani hari Sabat.
Israel sebelumnya menolak tuduhan yang dilontarkan Afrika Selatan di Sidang Mahkamah Internasional (ICJ) bahwa mereka melakukan genosida terhadap warga Palestina. Negara zionis itu berdalih, mereka hanya perang terhadap kelompok milisi Hamas yang menyerang Israel selatan pada 7 Oktober.
Pernyataan Menhan Spanyol Margarita Robles dalam wawancara dengan televisi pemerintah TVE senada dengan komentar Wakil Perdana Menteri Spanyol Yolanda Diaz yang awal pekan ini juga menggambarkan konflik di Gaza sebagai genosida.
“Kita tidak bisa mengabaikan apa yang terjadi di Gaza, yang merupakan genosida nyata,” kata Robles dalam wawancara tersebut.
Dia juga mengatakan pengakuan Spanyol atas Palestina bukanlah sebuah tindakan melawan Israel, tetapi dirancang untuk membantu mengakhiri kekerasan di Gaza. “Ini tidak melawan siapa pun, ini tidak melawan negara Israel, yang merupakan orang-orang yang kami hormati,” katanya.
Serangan militer Israel di Gaza telah menewaskan hampir 36.000 warga Palestina. Israel melancarkan operasi tersebut untuk mencoba melenyapkan Hamas setelah milisi Palestina itu menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan lebih dari 250 orang disandera.
Spanyol, bersama dengan Irlandia, dan Norwegia telah mengumumkan bahwa mereka akan mengakui negara Palestina pada 28 Mei 2024, yang memicu kemarahan dari Israel.
Israel mengatakan bahwa hal tersebut merupakan hadiah bagi terorisme, dan menarik duta besarnya dari tiga ibu kota tersebut.
Para hakim di ICJ, pengadilan tertinggi PBB, pada Jumat (24/5/2024) memerintahkan Israel untuk segera menghentikan serangan militernya terhadap kota Rafah di Gaza selatan.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan pada Sabtu bahwa Israel harus mematuhi keputusan pengadilan. “Langkah-langkah pencegahan yang diambil Mahkamah Internasional, termasuk penghentian serangan Israel di Rafah, adalah wajib. Kami menuntut penerapannya,” katanya dalam sebuah unggahan di situs media sosial X.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




