ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Korban Tewas Serangan Israel ke Sekolah PBB di Gaza Bertambah

Jumat, 7 Juni 2024 | 00:48 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Warga Palestina menyaksikan dampak serangan Israel terhadap sekolah milik PBB yang menewaskan puluhan orang di kamp pengungsi Nusseirat di Jalur Gaza, Kamis, 6 Juni 2024.
Warga Palestina menyaksikan dampak serangan Israel terhadap sekolah milik PBB yang menewaskan puluhan orang di kamp pengungsi Nusseirat di Jalur Gaza, Kamis, 6 Juni 2024. (AP/AP)

Rafah, Beritasatu.com – Korban tewas akibat serangan Israel ke sebuah sekolah yang dikelola PBB di Nuseirat di Jalur Gaza pada Kamis (6/6/2024), bertambah menjadi 40 orang, dengan 73 lainnya terluka. Dari jumlah korban tewas tersebut, terdapat 14 anak-anak dan 9 wanita.

Sebelumnya, direktur komunikasi badan PBB UNRWA Juliette Touma mengatakan bahwa jumlah orang yang dilaporkan tewas dalam serangan Israel di sekolah Nuseirat adalah antara 35 dan 45 orang. Ia menambahkan bahwa jumlah tersebut belum dapat dikonfirmasi pada saat ini.

Militer Israel mengeklaim ada 20-30 pejuang Hamas yang ditempatkan di sekolah badan pengungsi Palestina PBB tersebut.

ADVERTISEMENT

Tentara Israel mengatakan sebuah jet tempur melakukan serangan tepat terhadap kompleks Hamas yang terletak di dalam sekolah UNRWA di daerah Nuseirat pada Kamis ini.

Serangan itu terjadi setelah militer mengatakan telah melancarkan operasi udara dan darat baru di Gaza tengah dan kelompok medis internasional melaporkan melonjaknya korban jiwa. Operasi terbaru ini tampaknya menandai perluasan serangan Israel selama hampir delapan bulan, yang diluncurkan setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir Al-Balah menerima setidaknya 30 jenazah akibat serangan di sekolah tersebut dan enam lainnya dari serangan terpisah di sebuah rumah, menurut catatan rumah sakit dan reporter Associated Press. 

Militer Israel mengatakan jet tempurnya menyerang sekolah yang dikelola oleh badan PBB untuk pengungsi Palestina, yang dikenal dengan singkatan UNRWA. Militer Israel mengeklaim tanpa bukti, bahwa Hamas dan Kelompok Jihad Islam menggunakan sekolah tersebut sebagai kedok untuk operasi mereka.

Sekolah-sekolah UNRWA di Gaza telah berfungsi sebagai tempat perlindungan sejak dimulainya perang Gaza. “Sebelum serangan, sejumlah langkah diambil untuk mengurangi risiko merugikan warga sipil yang tidak terlibat dalam serangan tersebut, termasuk melakukan pengawasan udara, dan informasi intelijen tambahan,” kata militer Israel.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon