Israel Salahkan PBB Soal Bantuan Menumpuk Tak Bisa Masuk Gaza
Minggu, 16 Juni 2024 | 14:28 WIB
Yerusalem, Beritasatu.com - Badan militer Israel yang mengawasi distribusi bantuan di Gaza COGAT mengeklaim, tidak ada pembatasan untuk masuknya truk bantuan kemanusiaan.
Menurut badan tersebut, sudah lebih dari 8.600 truk segala jenis, baik bantuan maupun komersial, memasuki Gaza dari semua penyeberangan dari 2 Mei hingga 13 Juni 2024.
Rata-rata 201 truk masuk ke daerah perbatasan setiap harinya. Namun kenyataannya, banyak bantuan tersebut menumpuk di penyeberangan dan tidak mencapai tujuan akhir.
Juru bicara COGAT, Shimon Freedman, mengatakan bahwa ini adalah kesalahan PBB jika muatannya menumpuk di Kerem Shalom sisi Gaza. Dia mengatakan badan bantuan PBB mempunyai masalah logistik mendasar yang belum mereka perbaiki, terutama kurangnya truk bantuan.
PBB membantah tuduhan Israel tersebut. Menurut mereka, pertempuran antara Israel dan milisi Hamas seringkali membuat truk PBB di Gaza menjadi terlalu berbahaya untuk melakukan perjalanan ke Kerem Shalom, yang terletak tepat di sebelah perbatasan Israel.
PBB juga mengatakan laju pengiriman bantuan ke Gaza telah diperlambat karena militer Israel harus memberi izin kepada pengemudi untuk melakukan perjalanan ke lokasi tersebut. Sistem ini menurut Israel dirancang untuk keselamatan pengemudi, karena kurangnya keamanan, truk bantuan.
Menurut Isral dalam beberapa kasus, terjadi bantuan kemanusiaan yang dijarah oleh massa saat mereka bergerak di sepanjang jalan Gaza.
Militer Israel pada Minggu (16/6/2024), mengumumkan pemberlakuan jeda taktis dalam serangannya di Jalur Gaza selatan untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dalam jumlah yang lebih banyak .
Pengaturan baru ini bertujuan untuk menyediakan waktu 11 jam tanpa gangguan setiap hari bagi truk bantuan kemanusiaan untuk masuk dan keluar dari penyeberangan.
Belum jelas apakah tentara Israel akan memberikan keamanan untuk melindungi truk bantuan saat mereka bergerak di sepanjang jalan raya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




