PMI Kirim 500 Tenda untuk Pengungsi di Gaza Palestina
Rabu, 19 Juni 2024 | 11:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan lokal di Palestina mengirimkan 500 unit tenda untuk para pengungsi di Gaza, Palestina.
Kepala Markas Pusat PMI, Arifin Muh Hadi, menyatakan bahwa 500 unit tenda dengan berat total 40 ton telah diangkut ke perbatasan Mesir dengan Gaza menggunakan tiga truk kontainer.
Setiap tenda berukuran 4 x 4 meter ini mampu menampung satu keluarga yang terdiri dari empat hingga lima anggota.
"Tenda-tenda bantuan PMI ini telah dilengkapi dengan peralatan lengkap, sehingga para pengungsi dapat mendirikan tendanya secara mandiri atau dengan bantuan Tim Bulan Sabit Merah Mesir dan Bulan Sabit Merah Palestina," ujar Arifin dikutip dari Antara, Rabu (19/6/2024).
Arifin juga menyebutkan bahwa pada Juni 2024 ini, PMI sedang memproses pengadaan tambahan 500 unit tenda lagi, sehingga pada akhir bulan Juni, jumlah tenda yang diserahkan untuk pengungsi Palestina dapat mencapai 1.000 unit.
Ia menjelaskan bahwa meskipun akses masuk ke Gaza melalui penyeberangan pintu Rafah masih tertutup, hasil koordinasi dengan Tim Logistik Bulan Sabit Merah Mesir menunjukkan adanya rute alternatif yang dapat dilewati dalam jumlah terbatas, yaitu melalui penyeberangan Karam Abu Salem.
"Atas nama Palang Merah Indonesia, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada para pendonor dan masyarakat Indonesia atas sumbangan dan bantuannya kepada warga pengungsi Palestina," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa keselamatan warga Palestina adalah tanggung jawab semua. Meskipun situasi di Gaza terus memburuk, bantuan kemanusiaan harus tetap berlanjut.
"Kebutuhan tenda keluarga sangat prioritas, selain kebutuhan pangan, air minum, dan pakaian," tegasnya.
JK juga menyerukan dibukanya akses kemanusiaan yang aman dan tanpa batas secara permanen ke dan dari Jalur Gaza untuk menjangkau populasi yang terdampak, termasuk di Gaza Utara.
Ia menekankan pentingnya membuka semua jalur akses untuk menyelamatkan kehidupan para pengungsi yang memerlukan bantuan dasar.
"Saat ini banyak pengungsi di Gaza yang terpaksa tidur di jalanan dan tempat terbuka, serta sebagian lainnya tidur di bawah puing-puing bangunan yang hancur. Kondisi ini sangat tidak aman dan mengkhawatirkan bagi keselamatan para pengungsi," ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




