Kena Serangan Siber Lockbit 3.0, Data Sensitif Konsumen Bank AS Ini Disebar di Dark Web
Kamis, 27 Juni 2024 | 08:00 WIB
Arkansas. Beritasatu.com - Sebuah bank di Amerika Serkita (AS), Evolve Bank and Trust mengonfirmasi pada Rabu (26/5/2024) waktu setempat, mereka menjadi korban serangan siber (cyber attack) yang membuat data sensitif konsumennya dirilis secara ilegal di web gelap (dark web).
Juru bicara lembaga pemberi pinjaman yang berbasis di Arkansas mengatakan, mereka telah melibatkan badan penegak hukum untuk membantu penyelidikan.
BACA JUGA
Antisipasi Ancaman Ekstremis hingga Serangan Siber, Jerman Tingkatkan Keamanan Jelang Euro 2024
“Kami akan menawarkan pemantauan kredit gratis kepada semua konsumen yang terkena dampak dengan layanan perlindungan pencurian identitas. Mereka yang terkena dampak akan dihubungi langsung dengan instruksi tentang cara mendaftar dalam tindakan perlindungan ini,” tambah juru bicara tersebut.
Federal Reserve AS mengatakan awal bulan ini pihaknya telah memerintahkan Evolve untuk memperkuat program manajemen risikonya seputar kemitraan fintech.
Kelompok kejahatan dunia maya Lockbit 3.0 mengunggah data yang diretas dari Evolve pada hari Selasa (25/6/2024). Menurut laporan Bloomberg News, para peretas (hacker) telah memberi waktu kepada The Fed hingga Selasa sore untuk memenuhi permintaan tebusan sebagai imbalan karena tidak memposting data sensitif dari dugaan peretasan pusat bank.
Dalam sebuah postingan di platform media sosial X, Mercury mengatakan serangan siber ke Bank Evolve mencakup beberapa nomor rekening dan saldo simpanan yang terkait dengan perusahaan fintech tersebut dan konsumennya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




