ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polisi Malaysia Buru Tersangka Penembakan WNI di Sarawak

Selasa, 6 Agustus 2024 | 08:23 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Konjen RI Kuching R Sigit Witjaksono bersama jajarannya di KJRI Kuching bertemu dengan Ketua Polis Daerah Miri, ACP Alexson Naga Anak Chabu, di kantor IPD Miri, Sarawak, Malaysia, Senin 5 Agustus 2024.
Konjen RI Kuching R Sigit Witjaksono bersama jajarannya di KJRI Kuching bertemu dengan Ketua Polis Daerah Miri, ACP Alexson Naga Anak Chabu, di kantor IPD Miri, Sarawak, Malaysia, Senin 5 Agustus 2024. (Dok KJRI Kuching/Dok KJRI Kuching)

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Konsul Jenderal RI Kuching R Sigit Witjaksono mengatakan kepolisian di Malaysia masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mencari tersangka pelaku penembakan warga negara Indonesia (WNI) di Miri, Sarawak, Malaysia.

“Tempat kejadian perkara (TKP) di hutan menjadi kendala penyelidikan oleh polisi setempat,” kata Sigit, dalam pesan singkatnya diterima di Kuala Lumpur, Senin (5/8/2024) dilansir Antara.

Meski demikian, ia mengatakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching akan terus berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia terkait penyelidikan kasus itu. Dia berharap tersangka dapat ditemukan untuk dijatuhi hukuman sesuai aturan di Malaysia.

ADVERTISEMENT

KJRI Kuching memperoleh informasi penemuan seorang laki-laki WNI berinisial GF berusia 40 tahun berasal dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang meninggal di ladang sawit pribadi di kawasan Sepupok, Batu Niah, Miri, Sarawak, dari Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Miri (setingkat Polres), pada Rabu (31/7/2024).

Polisi Malaysia menginformasikan WNI tersebut diduga merupakan korban pembunuhan. Bagian forensik Rumah Sakit Miri telah melakukan autopsi terhadap jenazah yang bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) tanpa dokumen. Adapun penyebab kematian akibat tembakan di bagian dada.

Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, pada Senin (5/8/2024), KJRI Kuching melakukan pertemuan dengan Ketua Polis Daerah Miri ACP Alexson Naga Anak Chabu, di kantor IPD Miri.

Dalam pertemuan tersebut diinformasikan penembakan terjadi pada Senin (29/7/2024), sekitar pukul 08.00 waktu setempat (pukul 07.00 WIB). Tidak ada saksi mata saat penembakan. Namun, ada empat WNI yang bekerja di ladang yang sama dengan korban mendengar suara ledakan. Saat saksi mencari sumber suara ledakan, mereka melihat korban sudah terbaring dengan luka di sekujur tubuh, tetapi masih bernyawa.

Para saksi membawa korban ke pondok terdekat. Korban sempat mengatakan ada pencuri yang masuk ke dalam pondoknya, sebelum akhirnya korban meninggal dunia.

Pihak IPD Miri telah menggali kesaksian keempat WNI tersebut dan melakukan pencarian terhadap pelaku penembakan.

Saat ini, jenazah bernama Ghafur tersebut masih disimpan di Rumah Sakit Umum Miri. Menurut Konjen Sigit, pihak majikan atau pemilik ladang sedang mengurus proses pengiriman jenazah untuk dapat dimakamkan di kampung halamannya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon