Hamas Tunjuk Yahya Sinwar Gantikan Ismail Haniyeh yang Tewas, Ini Jejak Rekamnya
Rabu, 7 Agustus 2024 | 08:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Hamas akhirnya menggumumkan Yahya Sinwar sebagai pemimpin baru mereka. Yahya Sinwar menggantikan Ismail Haniyeh yang tewas dalam sebuah serangan di Iran pada 31 Juli 2024 lalu.
Dikutip BBC, Rabu (7/8/2024) Hamas mengatakan Yahya Sinwar dipilih dengang suara bulat dari seluruh angggota dewan Hamas. Selain Yahya Sinwar sebenarnya ada nama lain yang mengemuka yakni Mohammed Hassan Darwish.
Keduanya memiliki jejak rekam yang sangat tinggi di Hamas. Yahya Sinwar dikenal sebagai pemimpinHamas di Gaza, Palestina sejak 2017. Sementara Mohammed Hassan Darwish saat ini menduduki posisi tertinggi di Dewan Shura Umum, sebuah badan yang memilih Politbiro Hamas.
Hanya saja setelah didiskusikan, seluruh dewan dengan suara bulat memilih Yahya Sinwar. Sumber Hamas yang dikutip BBC menyebutkan keputusan tersebut tidak ubahnya sebagai gertakan atau tantangan untuk Israel.
“Mereka membunuh Haniyeh, orang yang fleksibel yang terbuka terhadap solusi. Sekarang mereka harus berurusan dengan Sinwar yang erat dengan kepemimpinan militer,” kata pejabat yang dikutip BBC.
Menurut BBC Yahya Sinwar dan Ismail Haniyeh sangat berbeda. Ismail Haniyeh dipandang oleh diplomat regional sebagai sosok yang pragmatis dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain di Hamas.
Yahya Sinwar, di sisi lain, dipandang sebagai salah satu tokoh paling ekstrem di Hamas. Bahkan saat ini Yahya Sinwar berada di puncak daftar buronan Israel.
Badan keamanan Israel percaya dia merencanakan dan mengeksekusi serangan 7 Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 1.200 orang dan 251 dibawa kembali ke Gaza sebagai sandera.
“Pengangkatan teroris utama Yahya Sinwar sebagai pemimpin baru Hamas, menggantikan Ismail Haniyeh, adalah alasan lain yang mendesak untuk segera mengeliminasi dia dan menghapus organisasi keji ini dari muka bumi,” kata Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz dalam sebuah pernyataan di X.
“Yahya Sinwar adalah seorang teroris, yang bertanggung jawab atas serangan teroris paling brutal dalam sejarah," kata juru bicara Pasukan Pertahanan Israel Laksamana Madya Daniel Hagari kepada saluran berita Saudi Al-Arabiya.
Diketahui, Yahya Sinwar lahir di kamp pengungsi Khan Younis di Gaza pada tahun 1962. Pada akhir 1980-an, ia mendirikan layanan keamanan Hamas yang dikenal sebagai Majd, yang antara lain menargetkan para kolaborator Palestina yang diduga dengan Israel.
Dia menghabiskan sebagian besar hidupnya di penjara Israel. Setelah penangkapannya yang ketiga pada tahun 1988 dia dijatuhi hukuman empat kali seumur hidup.
Namun, dia termasuk di antara 1.027 tahanan Palestina dan Arab Israel yang dibebaskan oleh Israel dalam pertukaran tahun 2011 untuk Gilad Shalit, tentara Israel yang ditahan selama lebih dari lima tahun oleh Hamas.
Pria berusia 61 tahun ini diangkat sebagai kepala biro politik kelompok tersebut di Jalur Gaza pada tahun 2017, posisi yang dipegangnya hingga saat ini. Terbaru, Amerika Serikat memasukkan nama Yahya Sinwar dalam daftar hitam teroris internasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




