ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ukraina Bakal Hancurkan Lebih Banyak Jembatan di Wilayah Kursk Rusia

Senin, 19 Agustus 2024 | 11:34 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Seorang tentara Ukraina memalingkan muka ketika peluncur roket BM-21 Grad MLRS 122mm ditembakkan di pinggiran Soledar pada 11 Januari 2023.
Seorang tentara Ukraina memalingkan muka ketika peluncur roket BM-21 Grad MLRS 122mm ditembakkan di pinggiran Soledar pada 11 Januari 2023. (AFP)

Kyiv, Beritasatu.com - Tentara Ukraina mengumumkan penghancuran jembatan lain di Provinsi Kursk, dalam upaya untuk mengisolasi pasukan Rusia dan memblokir jalur pasokannya.

“Jembatan lain telah dibongkar. Angkatan udara terus menghilangkan kemampuan musuh untuk memberikan dukungan dengan serangan udara yang tepat,” ujar Komandan Angkatan Udara Ukraina Mykola Oleshchuk memposting di Telegram pada Minggu (18/8/2024).

Ia menyertakan sebuah video yang merekam lokasi sebuah jembatan di Provinsi Kursk yang diserang, dan meninggalkan lubang besar di permukaan jembatan.

ADVERTISEMENT

Serangan Ukraina, yang tanggalnya tidak diketahui itu, tampaknya menargetkan jembatan kedua yang melintasi Sungai Seym, dekat desa Zvannoye, sekitar 15 kilometer sebelah utara perbatasan Ukraina.

Pada 16 Agustus, Oleshchuk juga mem-posting video yang mengeklaim bahwa Ukraina menghancurkan sebuah jembatan dekat Kota Glushkovo, yang membentang di Sungai Seym. Para blogger militer Rusia berkomentar bahwa penghancuran kedua jembatan tersebut membuat tentaranya hanya memiliki sedikit pilihan untuk menyeberangi sungai.

Rusia belum mengomentari insiden tersebut. Moskwa pada 16 Agustus mengonfirmasi bahwa sebuah jembatan yang melintasi Sungai Seim telah hancur, dan menuduh Barat mendukung Ukraina dalam melakukan serangan ini.

Ukraina melancarkan serangan mendadak ke Kursk pada 6 Agustus dan menguasai lebih dari 80 desa. Presiden Volodymyr Zelensky mengumumkan pada 17 Agustus bahwa ia sedang mengonsolidasikan posisinya di Kursk, sebuah tanda bahwa Ukraina akan tetap berada di wilayah Rusia untuk waktu yang lama.

Rusia menyebut aksi Ukraina sebagai provokasi besar, dan berjanji akan merespons dengan tepat. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada 17 Agustus bahwa serangan ke Kursk menyebabkan Ukraina kehilangan 3.160 tentara dan ratusan peralatan militer, termasuk tiga artileri roket HIMARS buatan AS.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon