ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Puluhan Anak Alami Kekerasan Seksual hingga Disodomi, Rumah Penampungan di Malaysia Digerebek

Minggu, 15 September 2024 | 06:32 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Polisi Malaysia menggerebek rumah penampungan anak yang terjadi kekerasan seksual dan fisik.
Polisi Malaysia menggerebek rumah penampungan anak yang terjadi kekerasan seksual dan fisik. (YouTube.com/The Star)

Kuala Lumpur, Beritasatu.com – Sebuah rumah tempat penampungan anak di Malaysia digerebek pada pertengahan pekan ini. Ratusan anak diselamatkan dari tempat yang dikelola seorang pengusaha Malaysia tersebut. Puluhan anak dilaporkan mengalami kekerasan fisik dan seksual, bahkan hingga disodomi. 

Polisi Malaysia menyelamatkan 402 anak dari rumah amal yang menurut pihak berwenang dijalankan oleh Global Ikhwan Services and Business (GISB) Holdings, sebuah perusahaan yang juga dituduh pihak berwenang mengeksploitasi pekerjanya.

Polisi mengatakan pada hari Jumat (13/9/2024) bahwa pemeriksaan kesehatan menunjukkan banyak anak mengalami cedera akibat kekerasan fisik dan seksual, sementara 13 dari mereka telah disodomi.

ADVERTISEMENT

GISB menyatakan pihaknya tidak mengelola rumah tersebut dan membantah semua tuduhan mengenai penganiayaan dan eksploitasi pekerja. CEO perusahaan tersebut membantah informasi mengenai adanya pelecehan seksual massal di rumah penampungan itu.

Namun, ia tak membantah jika terjadi satu atau dua kasus sodomi di sana.

Dalam rekaman video yang diunggah di halaman Facebook resmi GISB pada hari Sabtu (14/9/2024), kepala eksekutif Nasiruddin Ali mengakui perusahaannya telah melakukan pelanggaran hukum.

"Saya tidak ingin menyalahkan hukum. Memang benar kami telah melakukan beberapa kesalahan di mata hukum, tetapi tidak bisakah ada saran atau diskusi terlebih dahulu?" katanya.

Nasiruddin mengatakan tuduhan polisi bahwa anak-anak disodomi dan diajarkan untuk menyodomi orang lain adalah menjijikkan. "Memang ada satu dua kasus sodomi, tetapi kenapa harus digabung semua (kasus)?" ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon