12 Penerbangan Maskapai India Terima Ancaman Bom dalam 3 Hari
Kamis, 17 Oktober 2024 | 10:10 WIB
New Delhi, Beritasatu.com - Sebanyak 12 penerbangan maskapai India telah menerima ancaman bom dalam tiga hari terakhir. Dua penerbangan India telah dialihkan pada Rabu (16/10/2024), setelah menerima ancaman bom yang ternyata palsu.
Penerbangan Akasa Air, yang terbang dari ibu kota India, New Delhi, ke kota di selatan Bengaluru, menerima peringatan keamanan sehingga penerbangannya diperintahkan kembali untuk tindakan pencegahan.
Akasa Air mengatakan tim tanggap darurat sedang memantau situasi dan pilot telah mengikuti semua prosedur darurat yang diperlukan untuk pendaratan aman di New Delhi.
Penerbangan lain, maskapai IndiGo yang terbang dari Mumbai ke New Delhi juga dialihkan ke Ahmedabad.
Ancaman bom di pesawat pertama kali terjadi pada Senin (15/10/2024). Dua penerbangan IndiGo tujuan ke Jeddah Arab Saudi, dan ke Muscat di Oman menerima ancaman tersebut.
Penerbangan maskapai Air India dari Mumbai ke New York juga terkena dampak ancaman bom yang memaksa penerbangannya dialihkan ke New Delhi pada hari Senin.
Kemudian pada Selasa (15/10/2024), penerbangan maskapai Air India terpaksa mendarat darurat di Kanada setelah menerima email ancaman bom. Pesawat dari New Delhi itu seharusnya mendarat di Chicago, AS.
Pada hari yang sama pesawat Air India lainnya dikawal jet tempur Singapura untuk mendarat di Bandara Changi karena mendapat ancaman serupa.
Selain itu, penerbangan Air India Express dari Ayodhya ke Bengaluru juga menerima ancaman bom palsu pada Selasa.
Masih pada hari yang sama, penerbangan SpiceJet SG116 dari Darbhanga ke Mumbai dan penerbangan Akasa Air QP1373 dari Bagdogra ke Bengaluru juga menerima ancaman bom.
Direktur jenderal Biro Keamanan Penerbangan Sipil (BCAS) Zilfiquar Hasanmengatakan kepada surat kabar Times of India bahwa langit India benar-benar aman. Ia mengatakan polisi sedang berupaya mengidentifikasi pelakunya.
"Kami yakin dapat melacak mereka yang berada di balik pesan ancaman ini. Tindakan tegas berdasarkan hukum akan diambil," kata Hasan
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




